
JAKARTA, KalderaNews.com –Seorang pelajar SMA berinisial ARP (16), warga RT 05 RW 02 Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun ditemukan bunuh diri.
Ia meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumah kakek buyutnya, Sabtu (20/12/2025) sore.
Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui oleh Endah Dwi Sunarsih, ibu kandung korban, sekitar pukul 17.00 WIB.
BACA JUGA:
- Tertekan Skripsi, Mahasiswa Universitas Brawijaya Bunuh Diri di Jembatan, Tinggalkan Sebuah Surat Wasiat
- Soal Insiden Mahasiswi Terjatuh di Kampus Universitas Pakuan, Polisi Telusuri Adanya Dugaan Percobaan Bunuh Diri
- Geger! Mahasiswi Universitas Pakuan Jatuh dari Lantai 3 Gedung Kampus, Apa Penyebabnya?
Kronologi Pelajar SMA di Madiun Ditemukan Tewas Gantung Diri
Sebelumnya, sang ibu mencari keberadaan anaknya karena tidak berada di rumah. Saat mengetahui sepeda motor yang biasa digunakan korban masih terparkir, ibu korban kemudian mendatangi rumah kakeknya untuk memastikan keberadaan sang anak.
“Anaknya dicari karena diundang kenduri oleh tetangga. Motornya ada di rumah, tapi anaknya tidak ada. Setelah dicari, ternyata sudah dalam kondisi gantung diri,” ujar Kepala Desa Bodag, Dangkung kepada wartawan.
Mengetahui kejadian tersebut, perangkat desa segera melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas serta jajaran Polsek Kare.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi bersama Tim INAFIS Polres Madiun langsung melakukan evakuasi terhadap korban dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah menerima laporan dari kepala desa, kami melaporkan ke Kapolsek Kare dan menghubungi INAFIS melalui aplikasi 110. Tim segera ke TKP, melakukan identifikasi, dan menyerahkan korban kepada pihak keluarga,” kata Bhabinkamtibmas Desa Bodag, Bripka Yuda.
Hingga saat ini, motif di balik aksi nekat pelajar SMA tersebut masih belum diketahui. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk telepon genggam milik korban, untuk keperluan penyelidikan lanjutan.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Usai proses pemeriksaan dan identifikasi oleh aparat kepolisian, jenazah korban langsung dievakuasi dan selanjutnya dimakamkan di TPU desa setempat.
“Penting untuk diingat bahwa di balik setiap kasus bunuh diri, ada penderitaan mendalam yang dialami individu. Ini adalah pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, mendengarkan, dan memberikan dukungan kepada mereka yang mungkin sedang berjuang.
Jika Anda atau orang yang Anda kenal membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk mencari dukungan dari profesional kesehatan mental, keluarga, atau teman terdekat. Ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu mereka yang sedang berjuang dengan pikiran untuk mengakhiri hidup.“
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply