Lumayan, Dividen BBNI Rp349 per Saham, Bank Lain Berapa ya?

Big Four (seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI)
Saham perbankan Big Four: BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI (EduFulus/Ist)
Sharing for Empowerment

The Path to Financial Freedom, EduFulus – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 13,03 triliun untuk tahun buku 2025.

Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (9/3/2026).

Para pemegang saham akan menerima jatah dividen sebesar Rp 349 per lembar saham. Nilai ini setara dengan dividend payout ratio (DPR) sebesar 65% dari total laba bersih konsolidasi BNI tahun 2025 yang mencapai Rp 20,04 triliun.

SIMAK JUGA: Laba BMRI, BBRI dan BBNI pada 2024 Menggiurkan, Siap-siap Dividen Jumbo Nih!

Meskipun nilai per lembar saham ini sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya (Rp 374 per saham), namun angka ini masih memberikan imbal hasil yang menarik bagi investor.

Analisis Yield dan Performa Saham

Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Everson Sugianto, menyebutkan bahwa besaran dividen Rp 349 ini mencerminkan dividend yield sekitar 8,2%.

Perhitungan ini menggunakan asumsi harga saham BBNI pada perdagangan intraday di level Rp 4.240 per saham.

“Besaran dividen tersebut mencerminkan yield yang cukup tinggi di tengah dinamika pasar saat ini. Namun, untuk jadwal cum date dan tanggal pembayaran hingga saat ini belum diumumkan,” tulis Everson.

Aksi Korporasi: Buyback Rp 905 Miliar

Selain membagikan dividen, RUPST BNI juga memberikan lampu hijau untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp 905,48 miliar.

Langkah strategis ini diambil manajemen untuk menjaga stabilitas harga saham BBNI di tengah ketidakpastian global dan tekanan pasar perbankan regional.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa dana buyback berasal dari arus kas bebas (free cash flow).

Saham hasil pembelian kembali ini nantinya akan disimpan sebagai saham tresuri yang dapat digunakan untuk program kepemilikan saham bagi pegawai (MESOP) atau dijual kembali saat kondisi pasar membaik.

Kinerja Keuangan Sepanjang 2025

Keputusan pembagian dividen yang cukup besar ini didukung oleh fundamental perusahaan yang tetap kokoh meski laba bersih tercatat turun tipis 6,6% secara tahunan (YoY). Berikut adalah beberapa poin kunci kinerja BBNI di 2025:

Pertumbuhan Kredit: Naik 15,9% YoY, didorong oleh sektor produktif.

Pendanaan Murah (CASA): Tumbuh signifikan sebesar 28,9% YoY, memperkuat efisiensi biaya dana.

Kualitas Aset: Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto membaik ke level 1,9%.

Permodalan: Rasio kecukupan modal (CAR) berada di angka 20,7%, jauh di atas ketentuan regulator.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menyatakan bahwa strategi diversifikasi kredit dan penguatan ekosistem digital menjadi kunci utama perusahaan dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global.

Dengan kombinasi pembagian dividen yang royal dan rencana buyback, BNI optimistis dapat terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus menjaga ruang untuk ekspansi bisnis di tahun-tahun mendatang.

SIMAK JUGA: Saham Konglo Loyo: Investor Mulai “Balik Kanan” ke Saham Fundamental dan Sektor Perbankan

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*