BEI Depak BREN & DSSA dari LQ45, Ini Daftar Saham Penggantinya

Saham Indeks LQ45
Saham Indeks LQ45 (EduFulus/GWK)
Sharing for Empowerment

Bursa Efek Indonesia merombak indeks LQ45. BREN dan DSSA keluar, digantikan oleh CUAN hingga WIFI. Cek daftar lengkapnya!

The Path To Financial Freedom, EduFulus – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi mayor untuk indeks utama LQ45.

Dalam perubahan terbaru ini, lima saham didepak dari daftar dan digantikan oleh emiten baru yang dinilai memenuhi kriteria likuiditas serta kapitalisasi pasar tertentu.

SIMAK JUGA: BEI Ubah Aturan Indeks LQ45: 5 Saham Ini Terancam Terdepak

Perubahan komposisi indeks ini akan mulai berlaku efektif pada periode 4 Mei 2026 hingga 31 Juli 2026.

Daftar Saham yang Keluar dan Masuk Indeks LQ45

Berdasarkan data resmi BEI, berikut adalah rincian perubahan konstituen dalam indeks LQ45:

Emiten yang Didepak (Keluar):

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)

Emiten Baru (Masuk):

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

PT Darma Henwa Tbk (DEWA)

PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)

Selain LQ45, BEI juga merombak indeks IDX80. Tercatat BREN, DSSA, dan NCKL juga keluar dari indeks tersebut, bersama dengan BTPS dan MTEL. Sementara pada indeks IDX30, saham ISAT harus rela digantikan oleh ADMR.

IHSG Ambruk 3,38%: Terburuk di Bursa Asia

Bersamaan dengan pengumuman rebalancing indeks, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja negatif yang signifikan. Pada penutupan perdagangan Jumat (24/4/2026), IHSG amblas 3,38% atau turun 249,11 poin ke level 7.129,49.

SIMAK JUGA: Perombakan Besar Indeks LQ45: BUMI, DSSA, dan Tiga Saham Lain Masuk, ARTO hingga SMRA Terdepak

Penurunan ini menjadikan IHSG sebagai indeks dengan performa terburuk di Asia, melampaui pelemahan yang terjadi di bursa India, Filipina, hingga China.

Faktor Pemicu Pelemahan IHSG

Beberapa faktor krusial yang menekan pasar saham Indonesia antara lain:

  • Pelemahan Rupiah: Nilai tukar Rupiah menyentuh angka Rp17.205 per dolar AS, dipicu oleh ketidakpastian global.
  • Kenaikan Harga Minyak: Harga minyak mentah Brent melonjak ke level US$107,33 per barel. Angka ini jauh di atas asumsi APBN 2026 yang sebesar US$70 per barel.
  • Beban Subsidi: Lonjakan harga minyak diperkirakan menambah beban subsidi energi sebesar Rp10 triliun hingga Rp13 triliun untuk setiap kenaikan US$1 per barel.
  • Sentimen Global: Eskalasi konflik di Timur Tengah dan pernyataan agresif Donald Trump turut memperkeruh sentimen pasar global.

Saham Penekan (Bottom Contributors)

Pelemahan IHSG didorong oleh rontoknya saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). BBCA menjadi penekan utama dengan pengurangan 35,28 poin, diikuti oleh DSSA (-20,37 poin), BBRI (-14,17 poin), dan BREN (-11,48 poin).

Investor disarankan untuk tetap mencermati arah kebijakan fiskal pemerintah dan pergerakan komoditas energi global dalam menentukan strategi investasi di tengah volatilitas pasar yang tinggi ini.

SIMAK JUGA: Aturan Baru IDX30 & LQ45: Saham HSC Dilarang Masuk, Cek Kriterianya!

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*