BEI Ubah Aturan Indeks LQ45: 5 Saham Ini Terancam Terdepak

Saham LQ45
Saham Indeks LQ45 (EduFulus/GWK)
Sharing for Empowerment

BEI tambah kriteria free float & HSC untuk indeks LQ45 mulai Mei 2026. Cek daftar saham yang terancam buat portofolio kamu!

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan penyesuaian kriteria untuk saham-saham yang masuk dalam indeks bergengsi LQ45.

SIMAK JUGA: Aturan Baru IDX30 & LQ45: Saham HSC Dilarang Masuk, Cek Kriterianya!

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa konstituen indeks memiliki likuiditas yang sehat dan sebaran kepemilikan saham yang ideal di masyarakat.

Tiga Aspek Baru Evaluasi LQ45

Mulai 4 Mei 2026, BEI akan menambahkan tiga variabel utama dalam menyaring 45 saham paling likuid di bursa:

  1. Minimum Free Float: Rasio saham yang beredar di publik.
  2. Jumlah Hari Transaksi: Menilai keaktifan perdagangan saham.
  3. High Shareholding Concentration (HSC): Memantau saham dengan kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi pada pihak tertentu.

Dua emiten besar, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), saat ini tengah menjadi perhatian khusus karena masuk dalam kategori kepemilikan terkonsentrasi tinggi (HSC).

Daftar Emiten dengan Free Float di Bawah 15%

Meskipun saat ini syarat minimum free float masih berada di angka 10%, wacana kenaikan ambang batas menjadi 15% berpotensi menekan posisi beberapa emiten. Jika kamu memiliki saham-saham di bawah ini, perhatikan rasio free float mereka per data Januari 2026:

Nama EmitenKode SahamRasio Free Float
Pertamina Geothermal EnergyPGEO10,24%
Barito Renewables EnergyBREN11,63%
Alamtri Minerals IndonesiaADMR12,53%
Trimegah Bangun PersadaNCKL14,35%
Unilever IndonesiaUNVR14,49%

Emiten-emiten tersebut harus segera melakukan langkah strategis untuk meningkatkan jumlah saham publik jika ingin tetap bertahan dalam indeks LQ45.

Tips buat Kamu Menghadapi Rebalancing Indeks

Perubahan aturan ini tentu berdampak pada pergerakan harga saham di pasar. Berikut tips buat kamu:

Pantau Tanggal Efektif

Aturan ini mulai berlaku 4 Mei 2026. Biasanya, harga saham akan bergejolak menjelang tanggal efektif karena adanya penyesuaian portofolio oleh manajer investasi (rebalancing).

Cek Kinerja Fundamental

Jangan cuma lihat status indeksnya saja. Kalau fundamental perusahaan tetap kuat, keluarnya saham dari LQ45 bisa jadi peluang buat kamu beli di harga yang lebih murah.

Perhatikan Rencana Aksi Korporasi

Emiten yang terancam keluar mungkin saja melakukan aksi korporasi seperti private placement atau divestasi saham pengendali untuk meningkatkan free float mereka.

SIMAK JUGA: MSCI Depak Saham RI Kategori HSC, BREN & DSSA Jadi Korban!

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*