Heboh dugaan rudapaksa libatkan mahasiswa Udayana viral di X, satu pelaku kabur dari Bali, korban alami trauma mendalam.
DENPASAR, KalderaNews.com– Jagat media sosial X (sebelumnya Twitter) tengah dihebohkan oleh kasus dugaan rudapaksa yang diduga melibatkan dua mahasiswa Universitas Udayana.
Berdasarkan unggahan yang beredar luas di X, peristiwa tersebut disebut-sebut terjadi pada tahun 2024. Salah satu terduga pelaku bahkan dikabarkan telah meninggalkan Bali dan kini tidak diketahui keberadaannya.
Kronologi kejadian rudapaksa yang libatkan mahasiswa Udayana
Kasus ini pertama kali mencuat melalui cuitan akun X @hwlmet pada 21 April 2026. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa kedua terduga pelaku merupakan mahasiswa Universitas Udayana.
Sosok A disebut sebagai mahasiswa Teknik angkatan 2024, sementara B juga mahasiswa di kampus yang sama, namun belum diketahui program studinya.
BACA JUGA:
- Ironi Mahasiswi Korban Rudapaksa di Jember, Lapor ke Kades Malah Disuruh Menikah dengan Pelaku
- Duh, Mahasiswi PTN Diduga Jadi Korban Perkosaan oleh Mahasiswa UIN Maliki Malang
- Duh! Mahasiswa Semester 3 Unsoed Diduga Terlibat Perdagangan Orang, Modusnya Tawari Jadi Artis
Dugaan tindakan bermula ketika A diduga memprovokasi B untuk melakukan rudapaksa terhadap korban. Untuk meyakinkan B, A disebut-sebut mengarang cerita seolah korban lebih dulu mengajak berhubungan intim serta menggambarkan korban secara tidak pantas.
Tak lama berselang, B diduga merencanakan aksi tersebut di kamar kosnya yang berada di kawasan Jimbaran, Bali.
Namun, rencana itu tidak berhasil setelah korban berhasil menghindar. Meski begitu, kejadian tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi korban hingga saat ini.
Ketika korban hendak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kampus, upaya itu disebut sempat dihalangi oleh B dengan alasan khawatir kasus tersebut menjadi viral dan diketahui orang tuanya.
“Jadi ternyata si B (pelaku kedua) ini gapunya nyali, dia takut kasus ini viral dan sampe ke orangtuanya. Harapan para pelaku adalah, kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, para pelaku mau dateng ke rumah korban,” tulis akun X @hwlmet, dikutip pada Kamis 23 April 2026.
Namun, alih-alih memenuhi janji untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, B justru dilaporkan kabur dari Bali dan keberadaannya tidak diketahui sejak 2024.
Sementara itu, A yang disebut sebagai pihak yang memprovokasi sekaligus terduga pelaku kekerasan seksual juga belum diketahui keberadaannya.
Hingga berita ini diturunkan, kedua terduga pelaku belum memberikan klarifikasi. Unggahan terkait kasus ini pun viral dan telah ditonton lebih dari 100 ribu kali di media sosial X.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply