Geger! Terlilit Utang Besar, Kades Buncitan Bunuh Diri di Kantor Desa

Bunuh diri (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Kades Buncitan Sidoarjo ditemukan tewas di kantor desa. Polisi menduga korban bunuh diri akibat terlilit utang besar.

BUNCITAN, KalderaNews.com – Warga Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo mendadak gempar Minggu (03/05/2026) sore.

Sosok pemimpin desa mereka, Mujiono (56) ditemukan tak bernyawa di dalam Kantor Balai Desa Buncitan dengan kondisi yang menyisakan tanda tanya besar.

​Penemuan jasad Kades ini kali pertama diketahui dalam kondisi yang tergolong janggal. Meski berpakaian lengkap menggunakan celana jeans dan kaos warna kuning, terdapat seutas tali tampar berwarna biru yang melilit lehernya.

Namun, alih-alih tergantung sebagaimana lazimnya kasus bunuh diri, korban ditemukan dalam posisi duduk.

BACA JUGA:

Persoalan ekonomi jadi motif utama kades bunuh diri

Hasil penyelidikan kepolisian mengarah pada dugaan bunuh diri yang dipicu persoalan ekonomi serta beban utang dalam jumlah besar.

Polisi mengungkap korban diduga mengalami tekanan finansial akibat utang ratusan juta rupiah, termasuk terkait transaksi jual beli tanah dan pinjaman pribadi.

“Diduga ada permasalahan ekonomi yang dialami korban. Di antaranya terkait utang jual beli tanah sekitar Rp270 juta dan utang kepada salah satu Ketua RW sekitar Rp100 juta,” kata AKP Siko di Mapolresta Sidoarjo, Senin (4/5/2026).

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma, menjelaskan hasil pemeriksaan menemukan adanya riwayat pencarian di ponsel korban mengenai cara bunuh diri, termasuk teknik jeratan.

“Dari handphone korban ditemukan riwayat pencarian mengenai cara bunuh diri, termasuk teknik simpul dan efek jeratan di leher,” terang Siko.

Dari hasil autopsi, tim medis menemukan luka jeratan di leher sepanjang sekitar 40 sentimeter, resapan darah pada otot leher, serta patah tulang saluran napas bagian kiri. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain.

“Dari hasil autopsi ditemukan luka jeratan melintang sekitar 40 sentimeter, resapan darah pada otot leher, serta patah tulang saluran napas sisi kiri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari pihak lain,” terang AKP Siko.

Berdasarkan keterangan saksi, rekaman CCTV, barang bukti, serta hasil autopsi, polisi menyimpulkan korban meninggal dunia akibat bunuh diri.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga kuat meninggal dunia akibat bunuh diri. Tidak ditemukan tanda keterlibatan orang lain,” tegasnya.

Kronologi kades Buncitan ditemukan meninggal

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan balai desa bernama Khosim. Saat membersihkan area kantor desa sekitar pukul 16.00 WIB, ia merasa curiga karena kendaraan kepala desa masih terparkir di lokasi.

“Saya curiga karena kendaraan Pak Lurah masih ada. Biasanya kalau sudah pulang tidak ada di sini,” kata Khosim.

Setelah memasuki ruang kerja yang gelap dan tidak terkunci, Khosim mencoba memanggil korban, namun tidak mendapat respons.

“Saya panggil dari luar, tapi tidak ada jawaban. Saya kira beliau sedang istirahat,” ujarnya.

Saat lampu dinyalakan, Khosim menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri di sofa dengan tali terikat di leher.

“Melihat Pak Kades duduk di sofa, tapi ada tali yang mengikat lehernya. Saya langsung panik, keluar minta tolong warga sekitar dan Pak RW,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*