Rambut siswi berhijab di Garut dipangkas paksa guru saat razia rambut diwarnai. Jerit tangis pecah, hukum bertindak!
GARUT, KalderaNews.com – Sebuah video viral memperlihatkan sekumpulan siswi sebuah SMK Negeri di Garut menangis histeris.
Kejadian ini bermula pada Kamis pekan lalu, tepat setelah jam pelajaran olahraga berakhir.
Tanpa peringatan panjang, oknum guru Bimbingan Konseling (BK) yang diduga mendapat arahan dari wali kelas, langsung melakukan razia di dalam kelas.
BACA JUGA:
- Kasus Guru Honorer Cukur Paksa Rambut Siswa SD, Nyaris Masuk Penjara, Sekarang Begini Nasibnya!
- Sekolah Cukur Rambut Ala Orang Garut Sekarang Ada di Amerika Lho
- Inspirasi dari Rambut Pendek Ibu Guru Shannon
Mirisnya, para siswi yang mengenakan kerudung diperintahkan untuk membuka hijab mereka.
Guru tersebut kemudian memeriksa dan memotong paksa rambut para siswi yang kedapatan diwarnai. Tindakan ini dianggap sangat ofensif karena menyasar area pribadi siswi yang selama ini tertutup rapi oleh hijab.
Tindakan hukum dan pendampingan psikologis
Menanggapi perlakuan tersebut, belasan siswi merasa tertekan dan tidak terima. Hingga saat ini, sekitar 7 hingga 8 siswi telah resmi meminta bantuan hukum melalui BEM Stainus.
Asep Muhidin, selaku pendamping hukum para korban, menegaskan bahwa tindakan sekolah tersebut sangat tidak etis.
“Rambut adalah mahkota bagi perempuan. Mengingat para siswi ini berhijab dan rambut mereka tidak terlihat secara publik, tindakan mencukur paksa di dalam kelas adalah langkah yang sangat tidak tepat,” tegas Asep.
Untuk memulihkan kondisi mental para siswi, UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Garut telah turun tangan.
Para korban menjalani sesi konseling selama 2 hingga 3 jam guna mencegah munculnya trauma berkepanjangan akibat insiden tersebut.
Pembelaan pihak sekolah
Kepala SMKN 2 Garut, Nur Fuqon, mengakui adanya insiden tersebut. Ia berdalih bahwa tindakan tersebut dilakukan demi menegakkan kedisiplinan setelah menerima laporan mengenai siswa yang mewarnai rambut.
Meski begitu, ia menyadari adanya ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Pihak sekolah mengklaim telah menempuh jalur kekeluargaan dengan meminta maaf secara langsung kepada para orangtua siswa.
Mereka juga berjanji akan bertanggung jawab untuk memperbaiki kondisi rambut para siswi yang telah dipotong secara acak-acakan saat razia berlangsung.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply