
Bukan sekadar pembersih kaca, ikan sapu-sapu kini menjajah sungai Jakarta. Simak fakta mengejutkan di ikan sapu-sapu!
JAKARTA, KalderaNews.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengamini aksi penangkapan ikan sapu-sapu yang belakangan digelar di sejumlah sungai di Jakarta.
Katanya, populasi ikan sapu-sapu perlu ditekan lantara bisa mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
Bahkan, ia memerintahkan jajaran pemerintah kota dan petugas lapangan untuk menangkap ikan tersebut di beberapa sungai di Jakarta.
BACA JUGA:
- Mengenal Misi Artemis II NASA ke Bulan, Ini 7 Faktanya!
- Perang Picu Harga Plastik Melonjak Drastis, Begini Penjelasannya!
- Mengapa Hujan Deras Masih Terjadi di Bulan April? Ini Penjelasan BMKG
Ikan sapu-sapu atau Pterygoplichthys pardalis kerap dianggap sebagai pahlawan pembersih akuarium. Tapi keberadaannya di alam liar Jakarta justru memicu kekhawatiran ekologis yang serius.
Nah, berikut beberapa fakta mencengangkan mengenai ikan sapu-sapu yang perlu kamu ketahui:
Sang penjajah dari Amazon
Ikan ini bukanlah spesies asli Indonesia, melainkan berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan.
Masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias. Banyak pemilik yang melepaskannya ke sungai tanpa menyadari bahwa mereka sedang melepas agen invasif yang mematikan bagi spesies lokal.
“Baju Besi” tak terkalahkan
Tubuh ikan sapu-sapu dilapisi lempengan tulang keras layaknya baju besi. Hal ini membuat mereka hampir tidak memiliki predator alami di sungai Jakarta.
Bahkan burung pemangsa pun kesulitan untuk mengonsumsi ikan ini karena teksturnya yang sangat keras dan tajam.
Bertahan hidup di air “mati”
Ikan sapu-sapu memiliki alat pernapasan tambahan yang memungkinkan mereka bertahan hidup di air dengan kadar oksigen sangat rendah, bahkan di air yang tercemar limbah berat sekalipun, kondisi yang akan membunuh ikan lokal dalam hitungan jam.
Bahaya konsumsi, magnet logam berat
Sebagai penyedot sedimen di dasar sungai yang tercemar, tubuh ikan ini mengandung akumulasi logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium.
Mengonsumsi ikan sapu-sapu dari sungai Jakarta sangat berisiko bagi kesehatan manusia.
Upaya Pemprov DKI Jakarta
Menyadari ancaman ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup dan petugas UPK Badan Air secara rutin melakukan upaya pembasmian.
Dalam setiap aksi pembersihan sungai, petugas seringkali berhasil mengangkut hingga puluhan kilogram hingga ratusan kilogram ikan sapu-sapu per harinya.
Upaya ini tidak hanya sekadar menangkap ikan, tetapi juga merupakan bagian dari restorasi sungai agar ikan-ikan lokal seperti nila dan mujair bisa kembali berkembang biak.
Pemprov DKI juga terus mengimbau warga agar berhenti membuang ikan hias ke aliran sungai guna memutus rantai invasi spesies asing ini.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply