
Intip profil & rekam jejak karier Ika Damayanti Fatma Negara, anggota DPRD DIY yang viral usai sindir demo mahasiswa.
YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh unggahan viral dari seorang wakil rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Anggota DPRD Provinsi DIY dari Fraksi Partai Gerindra, Ika Damayanti Fatma Negara, kini tengah menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi usai dirinya mengunggah kalimat bernada sindiran yang dialamatkan kepada para mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa terkait perbaikan ekonomi negara.
Aksi saling lempar opini di media sosial ini membuat publik penasaran dengan latar belakang sang legislator.
BACA JUGA:
- Gaungkan Reformasi Jilid 2, Ini Daftar Demo Mahasiswa di Sejumlah Kota
- Ini Reaksi Lengkap Istana Sikapi Demo dan Tuntutan Mahasiswa
- Hari Ini Ada Demo Mahasiswa Jogja di Gejayan, Serukan 8 Tuntutan
Bagaimana rekam jejak karier dan pendidikannya sebelum menjabat sebagai anggota dewan? Berikut adalah profil lengkapnya.
Rekam Jejak Karier: Dari Industri Perhotelan ke Kursi Parlemen
Sebelum berkarier di dunia politik, Ika Damayanti memiliki pengalaman kerja yang cukup panjang di sektor pelayanan publik, komunikasi, hingga perhotelan di Yogyakarta.

Berikut adalah perjalanan kariernya:
Anggota DPRD (Kabupaten Kulon Progo hingga Provinsi): Memulai kiprah legislatifnya di DPRD Kabupaten Kulon Progo sejak Agustus 2014, dan tercatat telah mengabdi selama kurang lebih 11 tahun di lembaga legislatif.
Marketing Communication: Puri Artha Hotel Yogyakarta (Mei 2013 – Mei 2014).
Front Office Supervisor: Hotel Tentrem Yogyakarta (Agustus 2012 – Mei 2014).
Front Office Clerk: Hyatt Regency Yogyakarta (Juli 2010 – Februari 2012).
Guest Relation Officer: The Sahid Rich Jogja (2012).
Guest Ambassador: Jogjakarta Plaza Hotel (2010).
Presenter & News Reader: PT Tugu Televisi “Jogja TV” (2007 – 2008).
Customer Service: PT Bimasakti Usindo ‘Nokia Sales and Care Center’ Yogyakarta (2007 – 2008).
Latar Belakang Pendidikan dan Organisasi
Ika Damayanti Fatma Negara menempuh sebagian besar pendidikan formalnya di Yogyakarta, dengan fokus studi yang kuat di bidang komunikasi politik dan hubungan internasional.
Pendidikan Tinggi:
Universitas Gadjah Mada (UGM): Sedang menempuh studi di Fisipol (2015 – Saat ini).
UPN “Veteran” Yogyakarta: Meraih gelar Sarjana (S1) Ilmu Hubungan Internasional (2003 – 2007). Aktif dalam organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) HI ’03.
Pendidikan Menengah & Dasar:
SMU 2 Wates (2000 – 2003)
SLTPN I Wates (1997 – 2000)
SDN Percobaan IV (1991 – 1997)
Sorotan publik yang mengarah pada unggahan kontroversialnya kini menjadi ujian bagi komunikasinya sebagai wakil rakyat, mengingat latar belakangnya yang besar di bidang public relations dan penyiaran.
Kecaman Warganet
Seiring bergulirnya polemik, netizen mulai menguliti transparansi finansial sang anggota dewan melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK.
Berdasarkan rilis laporan periodik tahun 2023, total harta kekayaan bersih Ika yang dilaporkan secara resmi hanya bernilai Rp99.000.000.
Angka LHKPN ini memicu gelombang skeptisisme baru di kalangan warganet, salah satunya teercermin dari komentar, “Tadi ada yg check hartanya di LHKPN 2022-2025 masa gak ada peningkatan dan utangnya tidak berkurang.”
Reaksi netizen di media sosial terpantau ramai dan bernada miring menanggapi unggahan kontroversial wakil rakyat tersebut.
Akun @sopronda (tendangan pisang) memberikan komentar menohok mengenai integritas dengan menulis, “Cari uang yang halal, gaes, itu memengaruhi penalaran dan logikamu kalau kamu terus menggunakan uang haram.”
Kritik terhadap logika berpikir sang pejabat juga dilayangkan oleh @tyakbar182 (TAUFIK AKBAR) yang menyayangkan sikap arogan tersebut lewat cuitan, “Perbedaan perspektif itu wajar, tidak masalah, kenapa harus mengatai mereka bodoh? Ini lebih mirip tukang gosip daripada pengamat pasar saham, kan?”
Sementara itu, akun @bis_____cuit mengingatkan posisi sang legislator sebagai wakil rakyat dengan berkomentar, “Kasih tahu dia siapa yang membantu dia naik ke atas sana, suara siapa yang seharusnya dia suarakan.”
Kekecewaan terhadap kualitas pejabat publik di Indonesia secara umum ikut disuarakan oleh @nocturneorbite (ska.) yang menulis, “Jabatan publik di Indonesia beneran banyak diisi orang yang asal numpang wkwk pantesan,” yang senada dengan kepasrahan akun @anrlsfaa (A), “Ya, ini pasti bagaimana pejabat lain bakal merespons juga lmao, omong kosong banget lah.”
Di sisi lain, netizen yang berniat menyerbu langsung harus gigit jari seperti yang diungkapkan @abcdwiiiiiiiii (wi), “Baru mau nitip sandal tapi akunnya sudah privat.” Terakhir, akun @fiqriilham17 (Fiqri Ilham Ramadhan) mengekspresikan keheranannya dengan berkomentar pendek, “Siapa sih yang membiarkan wanita ini memegang HP, bro?”
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply