Sosok Kontroversial Kadisdik Hendri Arulan, Polemik Mobilisasi Siswa dan Guru

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam saat ini dijabat oleh Hendri Arulan, S.Pd., M.M.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam saat ini dijabat oleh Hendri Arulan, S.Pd., M.M. (KalderaNews/Dok. Disdik Batam)
Sharing for Empowerment

Intip profil dan rekam jejak Hendri Arulan, Kadisdik Batam yang menuai polemik mulai dari isu PPDB hingga pengerahan siswa pawai.

JAKARTA, KalderaNews.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam saat ini dijabat oleh Hendri Arulan, S.Pd., M.M. Sebagai pimpinan tertinggi di salah satu instansi paling krusial di Kota Batam, sosoknya kerap menjadi pusat perhatian.

Bukan hanya karena tanggung jawab besar yang dipikulnya dalam mengelola pendidikan di kota industri, melainkan juga karena serangkaian kebijakan defensif dan polemik lapangan yang mengelilingi masa jabatannya.

BACA JUGA:

Dalam dunia birokrasi, pro dan kontra adalah hal lumrah. Namun bagi Hendri Arulan, kepemimpinannya di Dinas Pendidikan Kota Batam mencatat beberapa dinamika penting yang sering memicu perdebatan di ruang publik.

Latar Belakang dan Karier Akademis

Hendri Arulan memiliki fondasi kuat dalam dunia pedagogi (ilmu pengajaran). Menyemat gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan Magister Manajemen (M.M.), ia meniti karier dari bawah di internal pemerintahan Kota Batam.

Sebelum menduduki posisi Eselon II sebagai Kepala Dinas, Hendri sempat dipercaya mengemban posisi strategis sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam.

Setelah sekian lama berkecimpung di urusan manajerial sekolah dan kurikulum, ia akhirnya ditunjuk untuk memimpin penuh instansi tersebut guna mengawal kebijakan anggaran, zonasi, hingga program strategis nasional.

Deretan Kasus dan Kebijakan Kontroversial

Gaya kepemimpinan dan respons kebijakan Hendri Arulan beberapa kali memicu riak protes, baik dari kalangan pendidik, aliansi mahasiswa, maupun lembaga hukum masyarakat. Berikut beberapa catatan kontroversi yang pernah mencuat:

Polemik Mobilisasi Siswa dan Isu Tekanan Guru

Kasus paling hangat yang menyita perhatian publik terjadi pada Juni 2026 ini. Dinas Pendidikan Batam dituding melakukan pengerahan massal ribuan siswa SD, SMP, dan guru untuk mengikuti aksi pawai dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

  • Riak Protes Guru: Sejumlah tenaga pendidik mengaku mendapatkan instruksi berantai dan merasa terancam bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mereka akan tersendat jika tidak ikut serta.
  • Klarifikasi Kadisdik: Hendri Arulan membantah adanya unsur pemaksaan sepihak. Ia berkonsolidasi bahwa pengumpulan pihak sekolah bertujuan agar penyampaian aspirasi terkait tersendatnya distribusi MBG dapat berjalan lebih tertib dan terorganisir.

Desakan Pencopotan Terkait Kasus Sekolah Djuwita

Hanya terpaut beberapa hari sebelum polemik pawai, Hendri Arulan juga menghadapi desakan mundur dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) No Viral No Justice.

Kasus ini mencuat pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Batam mengenai dugaan perundungan siswa dan legalitas izin operasional kelompok bermain.

Pernyataan Hendri yang menyebut aktivitas belajar tetap sah berjalan meski belum mengantongi Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dinilai memicu perdebatan regulasi yang sengit.

Masalah Klasik PPDB dan Daya Tampung Sekolah

Setiap tahun ajaran baru, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan jalur zonasi di Batam hampir selalu diwarnai ketegangan.

Sebagai Kadisdik, Hendri sering berhadapan dengan gelombang demonstrasi dari para orang tua murid yang anaknya tidak terakomodasi di sekolah negeri akibat keterbatasan kuota daya tampung rombongan belajar (rombel).

Sebagai pejabat publik, Hendri Arulan, S.Pd., M.M., menampilkan kerentanan yang dinilai sarat muatan politis. Rekam jejak kontroversial ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari dinamika perkembangan pendidikan di Kota Batam.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


423 views