
Bangunan SD Negeri (SDN) Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, diketahui roboh dan terbengkalai selama dua tahun sejak 2024.
JAKARTA, KalderaNews.com – Kondisi fasilitas pendidikan di Jakarta kembali menjadi sorotan publik. Bangunan SD Negeri (SDN) Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, diketahui roboh dan terbengkalai tanpa perbaikan selama dua tahun sejak 2024.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara terbuka menyampaikan permohonan maaf karena baru mengetahui persoalan krusial ini setelah ditanya oleh awak media.
BACA JUGA:
- Miris! 2 Tahun Roboh Tak Tersentuh, SDN Ini Viral di Threads
- Siswa Terdampak Gempa Bandung, Sekolah di Tenda Darurat
- Kadis DKI Jakarta Akhirnya Angkat Bicara Soal Robohnya Bangunan SMA Negeri 96 Jakarta
“Ketika ditanya teman-teman media mengenai SD negeri yang roboh di Kebayoran Lama, terus terang itu pertama kali saya mendengar. Saya adalah orang yang menjawab apa adanya. Mohon maaf, saya tidak tahu pada waktu itu,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Langkah Cepat Pemprov DKI Usai Respons Keluhan Wali Murid
Setelah menerima laporan tersebut, Pramono mengaku langsung mempelajari penyebab mangkraknya perbaikan gedung sekolah yang sebenarnya sudah memiliki Detail Engineering Design (DED) sejak 2025 itu.
Pihaknya langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk meninjau lokasi secara langsung.
Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan menutup-nutupi masalah ini dan memilih bersikap transparan demi percepatan solusi.
“Bagi Jakarta, persoalan seperti ini harus ditangani dengan baik. Kami tidak perlu menutup-nutupi. Harus terbuka apa adanya. Itulah karakter Pemerintah DKI Jakarta dalam menyelesaikan berbagai persoalan,” tegasnya.
Opsi Pembiayaan: Mengoptimalkan APBD, CSR, hingga KLB
Gubernur menegaskan bahwa perbaikan fasilitas pendidikan dasar merupakan prioritas utama yang seharusnya diserap melalui instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Namun, agar perbaikan tidak kembali tertunda, Pemprov DKI menyiapkan skema pembiayaan alternatif jika APBD belum memadai.
Skema pembiayaan yang disiapkan meliputi:
- APBD DKI Jakarta: Dialokasikan sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan daerah.
- Corporate Social Responsibility (CSR): Kemitraan dengan pihak swasta untuk percepatan fasilitas publik.
- Koefisien Lantai Bangunan (KLB): Dana kompensasi pengembangan ruang dari pihak ketiga.
“Bahkan kemarin saya sudah memutuskan SD yang ada di Kebayoran Lama itu segera harus dibangun. Kalau memang belum ada dana dari APBD, maka dibuka ruang apakah itu dari KLB, dari Corporate Social Responsibility, atau dari mana pun, yang penting harus segera dibangun,” ujar Pramono.
Tidak Hanya SDN Kebayoran Lama 09, Total 22 Sekolah Akan Diperbaiki
Persoalan infrastruktur sekolah ini ternyata tidak hanya terjadi di Kebayoran Lama Selatan. Pemprov DKI Jakarta mengidentifikasi ada puluhan sekolah lain di Jakarta yang mengalami kondisi serupa.
Pramono memastikan penanganan ini akan dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya terfokus pada kasus yang viral di masyarakat.
“Bukan hanya yang kemarin kalian viralkan, tetapi di tempat yang lain, 22 yang ada, segera akan kami selesaikan,” tuntasnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply