BRIN Siapkan 4 Teknologi Utama Hadapi El Nino Kuat

Cuaca panas. (Ist.)
Cuaca panas (KalderaNews/Ist.)
Sharing for Empowerment

BRIN kembangkan modifikasi cuaca, desalinasi, Arsinum, dan sungai bawah tanah hadapi El Nino kuat hingga 2027

JAKARTA, KalderaNews.com – Fenomena El Nino kategori kuat diproyeksikan melanda Indonesia dan diperkirakan berlangsung hingga awal tahun 2027.

Berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi El Nino ini bahkan berisiko meningkat menjadi sangat kuat, yang berdampak pada musim kemarau lebih panas dan kering.

Merespons ancaman krisis air dan kekeringan panjang tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sejumlah inovasi teknologi strategis atas arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA:

Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa kesiapan teknologi ini dibahas secara khusus bersama Presiden guna memastikan ketahanan air dan keandalan mitigasi bencana nasional.

Berikut adalah 4 teknologi utama yang disiapkan BRIN untuk mengatasi dampak El Nino:

1. Penyempurnaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)

BRIN melakukan penyempurnaan pada operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) agar penyemaian awan menjadi lebih efektif dan presisi. Pendekatan baru ini meliputi:

  • Penggunaan Natrium Klorida (NaCl) Mikron: Menggunakan partikel garam berukuran 2–5 mikron.
  • Teknologi Flare: Meningkatkan potensi pembentukan titik air hujan.
  • Penggunaan Pesawat Nirawak (Drone): Memaksimalkan penyebaran bahan semai di area yang sulit dijangkau pesawat konvensional.

2. Pemanfaatan Teknologi Desalinasi Air Laut

Untuk menjaga ketersediaan air bersih di wilayah pesisir dan kepulauan yang rentan mengalami kekeringan, BRIN mengoptimalkan teknologi desalinasi air laut.

Teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih ini diklaim telah sukses diterapkan dan diimplementasikan di 40 wilayah pesisir Indonesia.

3. Teknologi Arsinum: Pengolahan Air Bencana Menjadi Air Siap Minum

Salah satu inovasi unggulan BRIN adalah Arsinum (Air Siap Minum). Teknologi ini memiliki kemampuan mengolah berbagai sumber air darurat, mulai dari air banjir, air limbah, hingga air payau menjadi air yang aman dan langsung siap dikonsumsi.

Keandalan Arsinum telah dibuktikan secara langsung di berbagai lokasi bencana. Dalam peragaan di Istana Kepresidenan, Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono turut membuktikan keamanannya dengan meminum langsung air hasil olahan Arsinum.

4. Pemetaan dan Pengolahan Sungai Bawah Tanah

Sebagai langkah jangka panjang, Presiden Prabowo menugaskan BRIN untuk mengidentifikasi potensi sungai bawah tanah sebagai sumber air baku nasional.

BRIN kini fokus pada:

  • Pemetaan dan Tracking Aliran: Memetakan potensi sungai bawah tanah di berbagai wilayah seperti Lombok dan Gunungkidul.
  • Penanganan Bakteri E. coli: Mengembangkan metode dekontaminasi untuk menghilangkan kandungan bakteri Escherichia coli agar air aman digunakan.
  • Pembangunan Living Laboratory: Menyiapkan pusat riset dan pendampingan teknologi pengolahan air bawah tanah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Menghadapi potensi kemarau ekstrim hingga 2027, sinergi antara riset teknologi BRIN dan kebijakan pemerintah menjadi krusial. Melalui pendekatan modifikasi cuaca hingga pengolahan sumber air alternatif, pemerintah berkomitmen meminimalkan dampak El Nino bagi masyarakat Indonesia.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


279 views