
KPK bongkar dugaan aliran dana taktis Ditjen Imigrasi dari Silmy Karim ke dosen Universitas Brawijaya Romy Hermawan saat bimbingan studi.
JAKARTA, KalderaNews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus adanya aliran dana panas yang mengalir ke dunia akademis.
Lembaga antirasuah tersebut menduga Romy Hermawan (RM), seorang dosen di Universitas Brawijaya (UB) Malang, rutin menerima aliran uang dari eks Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim.
BACA JUGA:
- Berkaca dari Kasus Silmy Karim, Ini Bukti Korupsi Sudah Sistemik
- Inilah Sosok dan Profil Pendidikan Wamen Imipas Silmy Karim
- Inilah Profil Roy Riady, Jaksa yang Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun
Pemberian uang tersebut diduga kuat terjadi selama Silmy Karim menjalani proses bimbingan studi di kampus berlokasi di Jl. Veteran, Lowokwaru, Kota Malang, tersebut.
Duit Setoran Taktis Imigrasi untuk Bimbingan Studi
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyidik telah memeriksa Romy Hermawan sebagai saksi pada Selasa (29/9/2026) terkait kasus dugaan pemerasan di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi yang menjerat Silmy Karim. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami ihwal penerimaan uang secara rutin.
“Bahwa diduga pihak tersangka (Silmy Karim) ini memberikan sejumlah uang secara rutin ketika melakukan bimbingan studi di Universitas Brawijaya. Pemberian uang dilakukan kepada saksi yang bersangkutan,” ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Lebih lanjut, Budi membeberkan bahwa uang yang diterima sang dosen bukan berasal dari dana pribadi Silmy. Uang tersebut diduga bersumber dari dana taktis yang dikumpulkan dari setoran-setoran di lingkungan Ditjen Imigrasi, baik dari layanan maupun setoran bawah.
“Baik setoran-setoran yang terkait dengan layanan atau setoran dari bawah, itu kan ditampung menjadi uang taktis, di mana uang taktis itu di antaranya digunakan ya oleh SK ini untuk diduga diberikan kepada RM dalam kapasitas RM ini sebagai dosen di Universitas Brawijaya, dalam konteks bimbingan studi, bimbingan belajar yang dilakukan oleh SK,” terangnya.
Profil Singkat Romy Hermawan
Berdasarkan data akademis, Romy Hermawan merupakan seorang Assistant Professor di Departemen dan Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya.
Ia menempuh pendidikan sarjana (S1) hingga magister (S2) di Universitas Brawijaya, sebelum kemudian merampungkan studi doktoral (S3) di University of Potsdam.
Hingga kini, penyidik KPK masih terus menghitung total nominal uang hasil pemerasan yang mengalir serta mendalami kaitan pihak-pihak terkait dalam pusaran korupsi di Ditjen Imigrasi ini.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply