Viral Asap Karhutla Kalimantan Menuju Jawa, BMKG Buka Suara!

Asap akibat kebakaran hutan (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Viral citra satelit sebut asap karhutla Kalimantan ke Pulau Jawa. BMKG ungkap analisis angin terkini, simak faktanya!

JAKARTA, KalderaNews.com – Beredarnya video citra satelit yang memperlihatkan kepulan asap tebal di atas perairan Indonesia memicu keresahan publik di media sosial.

Narasi yang beredar menyebutkan bahwa massa asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan bergerak ke arah selatan dan berpotensi mencemari kualitas udara di Pulau Jawa.

BACA JUGA:

Menanggapi kepanikan warganet, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi resmi berdasarkan analisis pola angin dan pengamatan satelit meteorologi terkini.

Analisis BMKG: Pola Angin Dominan Bergerak ke Barat dan Utara

Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan bahwa berdasarkan analisis dinamika atmosfer, pergerakan massa udara dan asap karhutla lebih dominan mengarah ke barat dan utara, bukan ke selatan menuju Pulau Jawa.

“Berdasarkan analisis angin terkini pada lapisan atmosfer bawah (850 hPa), angin di wilayah Kalimantan, Laut Jawa, dan Jawa Timur dominan bertiup dari arah timur-tenggara menuju barat. Pola ini kurang mendukung pergerakan asap secara langsung ke arah selatan menuju Pulau Jawa,” terang Ida Pramuwardani (28/9/2026).

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa pantauan Satelit Himawari dan Sentinel-5P menunjukkan sebaran asap dari Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan memang meluas hingga perairan Bangka Belitung, namun arah geraknya secara umum menuju ke Barat Laut hingga Utara.

Kondisi Kualitas Udara di Pulau Jawa dan Peran Hujan

BMKG memaparkan sejumlah alasan mengapa Pulau Jawa sejauh ini relatif aman dari paparan asap karhutla Kalimantan:

  1. Belum Ada Indikasi Terpapar: Tidak tercatat data kuantitatif mengenai penurunan Indeks Kualitas Udara (AQI/PM2.5) di wilayah Jawa yang diakibatkan oleh asap karhutla Kalimantan.
  2. Jelajah Penerbangan Aman: Belum ada laporan sebaran asap yang mengganggu pada ketinggian jelajah pesawat (9–12 kilometer) di sepanjang perairan Laut Jawa.
  3. Peningkatan Intensitas Hujan: Memasuki masa transisi, intensitas hujan di Pulau Jawa mulai meningkat. Butiran hujan berkapasitas menangkap partikel aerosol dan polutan di udara (wet deposition) sehingga membantu menjaga kesegaran udara di permukaan.

Kondisi Karhutla Kalimantan dan Imbauan Waspada

Meskipun Pulau Jawa tidak terdampak langsung, BMKG mencatat kabut asap dengan kepadatan sedang hingga pekat masih melanda beberapa wilayah di Kalimantan serta Sumatra Bagian Selatan dan Tengah. Beberapa stasiun pemantau di daerah tersebut bahkan mencatat kualitas udara pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Pihak BMKG mengingatkan bahwa arah pergerakan asap bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada pola angin regional. Oleh karena itu, BNPB dan BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta menghindari tindakan pembersihan lahan dengan cara dibakar.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


41 views