
Curhatan @joanna_djaona viral usai mendapati adik sepupunya DO. Simak tanggapan pengunggah asli dan respons netizen di sini.
YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Rasa percaya yang dikhianati oleh orang terdekat sering kali meninggalkan luka yang mendalam. Hal inilah yang tengah dirasakan oleh pemilik akun Threads @joanna_djaona.
Utasnya mendadak viral di media sosial setelah ia membagikan pengalaman emosional mendapati adik sepupunya yang sudah ia anggap sebagai adik kandung sendiri terkena drop out (DO) dari kampus dan menyimpan kebohongan besar selama menjalani perkuliahan di Yogyakarta.
Ungkapan Hati Pengunggah Asli (@joanna_djaona)
Sebagai pembuat utas (thread creator), @joanna_djaona membagikan rentetan pengalaman pahit yang dialaminya secara bertahap dalam beberapa unggahan.
BACA JUGA:
- Cinta Ditolak Kapak Bertindak, Mahasiswa UIN Suska Pembacok Teman Kuliah Dipastikan Resmi Drop Out!
- Rektor UK Maranatha Klaim Angka Mahasiswa Drop Out Menurun
- Heboh Skandal YouTuber Resbob Hina Suku Sunda dan Viking, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jatuhkan Sanksi DO
“Sumpah, dada aku masih sesek banget pas ngetik ini. Aku cuma mau numpang curhat, sekalian pengen tau pandangan kalian. Kenapa ya, makin kita percaya sama seseorang, makin hancur rasanya pas dibohongin?” unggah @joanna_djaona
Ia menceritakan telah merantau di Jogja selama lebih dari 9 tahun. Pada tahun ketiganya, sang adik sepupu diboyong ke Jogja dan tinggal serumah dengannya selama 3 tahun saat masa SMA hingga melanjut ke perguruan tinggi. Namun, berbagai fakta menyakitkan mulai terungkap di kolom interaksi:
- Kecolongan Sejak Awal: Membalas tanggapan netizen mengenai nilai akademik adik sepupunya, @joanna_djaona mengakui adanya kelalaian pengawasan sejak awal. “Iya kecolongan dri awal sbnrnya,” tulisnya.
- Kejanggalan Sistem Kontak Kampus: Saat netizen mempertanyakan ketiadaan surat peringatan dari pihak kampus, ia menyebutkan bahwa kampus tidak menyimpan nomor kontak keluarga. Ia baru menyadari adanya manipulasi data ketika dikonfirmasi alumni kampus tersebut: “Sedih bngt yah kak.. trnyata dri awal udh ada niat yg salah.”
- Sikap Pasrah dan Doa: Menghadapi kekecewaan yang beruntun, @joanna_djaona memilih untuk bersabar dan mendoakan yang terbaik. “Hanya bisa mendoakan yg terbaik aja kanš„²,” tuturnya di kolom komentar.
Tanggapan Warganet dan Diskusi Publik
Unggahan tersebut memicu gelombang tanggapan dari para pengguna Threads. Berbagai perspektif disampaikan warganet untuk merespons situasi sulit tersebut:
| Pengguna Threads | Komentar / Tanggapan |
| @caanopuss | Menyoroti rekam jejak akademik sang adik: “Diliat transkripnya ni emang dari sem 1 ga niat sih kakššš… Nyesek bgtt, semangat yaa kak” |
| @crist_velia | Memberikan saran tegas bagi keluarga: “Sbg kk sepupu yg prihatin menurutku sodaramu itu sdh dewasa biar dia yg menentukan jalan hidupnya… kasih th ortunya spy stop kirim uang, spy anak e berpikir utk menghargai kerjakeras ortunyaš” |
| @asmoeus_555 | Memberikan pandangan selaku alumni kampus terkait: “DO di kampus ini biasanya uda diinfo dari jauh bulan… bukan gak simpen kak, bisa aja si anak yg isi form nomer wali dengan nomer yg lain” |
| @v3haidarling | Menyoroti pentingnya pengawasan berkala: “Kalo menurut saya kamu lalai, Kak…. Bentuk perhatian sbnarnya bukan sebatas menanyakan kabar, n kasih uang or merawatnya saat sakit… ajak dia bicara, di Jogja or kuliah diluar kota klo uang saku banyak dan kita gak pandai bawa diri lewat deeeeh” |
| @preloved13888 | Memberikan penguatan emosional: “Yg penting kamu kuat dan tegas sih. Meskipun lelah dan bikin emosi jiwa..” |
Pembelajaran Penting dari Kasus Ini
Kisah yang dibagikan oleh @joanna_djaona menjadi evaluasi bersama bagi para perantau dan pihak keluarga dalam mengawal pendidikan anak di luar daerah:
- Pengawasan Akademik Aktif: Keluarga disarankan untuk memeriksa perkembangan akademik secara langsung melalui portal resmi atau transkrip nilai berkala, tidak hanya mengandalkan laporan lisan.
- Verifikasi Data Wali ke Perguruan Tinggi: Memastikan nomor kontak dan alamat e-mail wali yang terdaftar di bagian administrasi kampus adalah data aktif milik orang tua/wali langsung.
- Ketegasan dalam Mengambil Sikap: Ketika kepercayaan disalahgunakan, ketegasan dari pihak keluarga diperlukan agar yang bersangkutan belajar mengambil tanggung jawab atas konsekuensi pilihannya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply