
Bosan terancam AI, gen Z beralih ke pekerjaan fisik berbayar miliaran rupiah setahun. Cek daftar profesi yang terancam hilang!
JAKARTA, KalderaNews.com – Selama puluhan tahun, pekerjaan di balik meja dan layar komputer dianggap sebagai puncak kesuksesan karier bagi generasi boomer hingga millennial.
Namun, dinamika dunia kerja kini berbalik drastis. Seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mengambil alih tugas-tugas kognitif dan administrasi, generasi muda justru berbondong-bondong meninggalkan jalur perkantoran.
BACA JUGA:
- Kaget Nggak! Ini Daftar Gaji Lulusan Anak Kuliah Versi BPS, Ada yang 9 Juta!
- 10 Negara Terbaik untuk Kerja di Luar Negeri dan Rata-Rata Gajinya
- Viral Banting Setir Lulusan S1, Pilih Jualan hingga Nguli Demi Apa?
Mereka beralih ke pekerjaan yang mengandalkan keterampilan fisik serta teknik praktis (blue-collar jobs). Selain kebal dari ancaman disrupsi AI, penghasilannya pun terbukti fantastis, bahkan mencapai miliaran rupiah per tahun tanpa menyisakan utang biaya kuliah.
Ledakan Sekolah Vokasi dan Teknisi Berpenghasilan Rp5 Miliar
Perubahan ini terlihat sangat masif di Amerika Serikat. Sekolah kejuruan kini dibanjiri pendaftar untuk jurusan pertukangan, pengelasan (welding), manufaktur, hingga teknik listrik.
Salah satu sekolah di Middleton bahkan menyuntikkan dana sebesar US$90 juta (sekitar Rp1,5 triliun) untuk melengkapi bengkel praktiknya dengan lengan robot canggih demi menampung lebih dari 2.300 siswa baru.
Penggerak utama tren ini adalah pesatnya pembangunan pusat data (data center) AI global yang membutuhkan tenaga teknis di lapangan secara intensif.
| Bidang Pekerjaan / Lokasi | Estimasi Penghasilan Pekerja | Catatan & Fasilitas |
| Teknisi Listrik Data Center AI (Texas) | US$240.000 – US$280.000 / tahun (Rp4,3 M – Rp5 Miliar/tahun) | Pekerja usia di bawah 30 tahun, tanpa gelar sarjana, bebas utang pendidikan, dan bisa lembur bebas. |
| Pekerja Pabrik Baja / Pengelas | US$41 – US$52 / jam (Rp727.000 – Rp922.000/jam) | Memerlukan keahlian pengelasan presisi dan pengoperasian mesin berbasis komputer. |
“Ada perubahan pandangan mendasar. Pekerjaan tangan kini menjadi profesi yang membutuhkan keahlian tinggi dan digaji sangat tinggi. Anak muda menyukainya karena hasilnya terlihat nyata dan tidak bisa digantikan algoritma,” ujar John Mihm, konsultan pendidikan pemerintah Wisconsin.
15 Profesi Kantoran yang Diramal Hilang Digantikan AI
Laporan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) memperkirakan sekitar 83 juta lapangan kerja akan berubah atau hilang sepanjang periode 2023–2027. Sebanyak 23% jenis pekerjaan mengalami disrupsi besar, terutama di bidang administrasi, pencatatan, dan keuangan.
Berikut 15 profesi yang diproyeksikan mengalami penurunan permintaan paling signifikan akibat otomatisasi AI:
- Teller bank
- Petugas pos
- Kasir dan petugas loket tiket
- Staf entri data (data entry)
- Sekretaris dan staf administrasi
- Staf pencatat stok
- Staf akuntansi, pembukuan, dan penggajian
- Anggota legislatif dan pejabat pemerintahan
- Staf statistik, asuransi, dan keuangan
- Penjual keliling dan pedagang langsung
- Petugas keamanan
- Manajer kredit dan pinjaman
- Penyelidik dan pemeriksa klaim asuransi
- Penguji perangkat lunak (software tester)
- Manajer hubungan pelanggan (CRM manager)
Implikasi Tren bagi Indonesia
Di Indonesia, tren serupa mulai berembus seiring maraknya investasi infrastruktur digital dan data center.
Pekerjaan yang membutuhkan kehadiran fisik, keterampilan praktis, serta problem solving di lapangan—seperti teknisi listrik, teknisi pendingin udara (AC), pekerja konstruksi modern, hingga ahli las kini menjadi sangat bernilai dan diburu industri karena tidak dapat dieksekusi secara remote maupun digantikan oleh sistem komputer.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply