
Mengenang Martha Tilaar (1937–2026). Simak profil lengkap, riwayat pendidikan, hingga perjalanan kariernya mendirikan Sariayu.
JAKARTA, KalderaNews.com – Kabar duka menyelimuti dunia bisnis dan industri kecantikan tanah air. Tokoh pelopor sekaligus pendiri Martha Tilaar Group, DR. (H.C) Martha Tilaar, mengembuskan napas terakhirnya pada usia 89 tahun pada Rabu (14/10/2026).
Informasi berpulangnya sosok inspiratif ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga besar melalui unggahan di akun Instagram resmi @marta_tilaar.
Mendiang Martha Tilaar yang lahir pada 4 September 1937 meninggalkan jejak warisan yang mendalam bagi dunia usaha Indonesia.
BACA JUGA:
- Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, Ini Profil Pendidikannya!
- Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Hari Ulang Tahun
- Breaking News! Ahmad Yurianto, Mantan Jubir Satgas Covid-19 Ini Meninggal Dunia, Inilah Profil Singkatnya
Melalui produk-produk unggulannya seperti Sariayu, ia berhasil membuktikan bahwa kearifan lokal serta perawatan tradisional berbasis rempah nusantara mampu bersaing hingga ke kancah internasional.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (16/10/2026).
Masa Muda dan Awal Tertarik Dunia Kecantikan
Lahir dengan nama Martha Handana (Tjhie Pwee Giok) di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, anak sulung dari tiga bersaudara ini semasa kecil justru dikenal tomboi dan enggan merawat diri.
Ketertarikannya pada dunia perawatan tubuh baru tumbuh ketika sang ibu menitipkannya kepada Titi Poerwosoenoe, seorang ahli kecantikan tradisional di Yogyakarta, untuk belajar bersolek dan merawat tubuh.
Perjalanan akademis Martha diawali dari bangku Sekolah Dasar hingga SMA di St. Theresia dan St. Ursula Jakarta. Sebelum berkecimpung di bisnis kosmetik, Martha menempuh pendidikan tinggi di IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta) hingga meraih gelar Sarjana Pendidikan pada tahun 1963.
Ia sempat mendedikasikan waktunya sebagai guru SD selama dua tahun dan dosen di alma maternya selama tiga tahun.
Tak berhenti di situ, pengalaman internasionalnya dimulai pada tahun 1964 saat mendampingi suaminya, Dr. Henry Alex Rudolf Tilaar, yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan Martha untuk memperdalam ilmu kecantikan secara formal di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat hingga lulus pada tahun 1969.
Semasa di Amerika Serikat, Martha menunjukkan jiwa kewirausahaan yang tangguh. Ia bekerja di Campes Beauty Salon Universitas Indiana, membagikan brosur promosi dari rumah ke rumah, memanjakan istri para dosen dan mahasiswa Indonesia, bahkan sempat membuka jasa baby sitter demi mengumpulkan modal usaha.
Perjalanan Karier dan Pendirian Martha Tilaar Group
Sekembalinya ke Indonesia pada tahun 1969, modal hasil menabung selama bekerja di Amerika Serikat digunakan Martha untuk mendirikan garasi salon sederhana berukuran 6 x 4 meter di kediaman ayahnya di Menteng, Jakarta Pusat.
Martha’s Salon resmi berdiri pada 3 Januari 1970 dan dengan cepat menarik minat para pelanggan tetap dari kalangan peragawati hingga istri pejabat berkat pendekatan pelayanan yang ramah dan personal.
Guna memperkaya pengetahuannya tentang ramuan herbal, Martha melakukan perjalanan riset ke Eropa pada tahun 1972 dengan mengunjungi berbagai pabrik kosmetik ternama seperti Yves Rocher di Prancis dan Mary Quant di Inggris.
Ia juga tak ragu mendatangi para pakar kecantikan tradisional dan dukun beranak di pelosok desa, termasuk berguru pada neneknya, Mak Oco, yang ahli dalam meracik jamu.
Langkah besar ekspansi bisnisnya terwujud pada tahun 1977 saat Martha menjajaki kerja sama dengan pendiri Kalbe Farma, Boenjamin Setiawan dan Theresia Harsini Setiady.
Mereka mendirikan PT Martina Berto dan meluncurkan produk legendaris Sariayu Martha Tilaar. Pabrik kosmetik pertama di Kawasan Industri Pulo Gadung pun diresmikan pada tahun 1981 oleh Nyonya Nelly Adam Malik.
Seiring berjalannya waktu, kepemilikan saham PT Martina Berto dibeli sepenuhnya oleh keluarga Martha Tilaar pada tahun 1999 dan dikonsolidasikan ke dalam Martha Tilaar Group.
Berkat dukungan Martha Tilaar’s Innovation Center (MTIC) yang melibatkan puluhan peneliti, grup usaha ini sukses melahirkan beragam merek ternama seperti Biokos, PAC (Professional Artist Cosmetics), Caring, Belia, hingga Dewi Sri Spa.
Pengakuan Internasional dan Dedikasi Sosial
Kiprah Martha Tilaar tidak hanya diakui di dalam negeri tetapi juga di panggung dunia. Pada tahun 1984, ia dianugerahi gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam bidang Fashion Artistry oleh World University Tucson, Arizona, Amerika Serikat.
Pemerintah Indonesia juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma pada tahun 2016 atas kontribusinya memajukan kebudayaan dan industri berbasis kearifan lokal.
Selain berbisnis, Martha memiliki kepedulian tinggi terhadap pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan. Melalui Yayasan Martha Tilaar, ia memberikan pelatihan kecantikan dan wirausaha bagi banyak perempuan untuk membantu mereka mandiri secara ekonomi, khususnya saat menghadapi krisis multidimensi.
Atas komitmennya terhadap sepuluh prinsip etika serta konsistensi dalam pemberdayaan perempuan dan lingkungan, Martha Tilaar sempat menerima penghargaan khusus dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada ajang UN Global Compact Leaders Summit di New York pada tahun 2002.
Salah satu dedikasi abadinya untuk kota kelahirannya adalah meresmikan Roemah Martha Tilaar di Gombong pada tahun 2014 sebagai pusat kegiatan budaya dan museum.
Riwayat Pendidikan & Karier Singkat
Riwayat Pendidikan
- SD & SMP St. Theresia, Jakarta (1949, 1955)
- SMA St. Ursula, Jakarta (1957)
- Sarjana Pendidikan, IKIP Jakarta (1963)
- Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS (1967–1969)
- Berbagai kursus kecantikan internasional di Bangkok, Tokyo, London, Paris, hingga New York (1975–1984)
Riwayat Karier
- Guru SD di Jakarta (1958–1961)
- Dosen IKIP Jakarta (1961–1964)
- Karyawan Campes Beauty Salon, AS (1967–1969)
- Pendiri & Direktur Martha’s Salon (1970)
- Direktur Puspita Martha (1974–1978)
- Presiden Direktur PT Martina Berto & Pendiri Martha Tilaar Group
Perjalanan hidup DR. (H.C) Martha Tilaar menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, tekad untuk terus belajar, serta kecintaan mendalam pada budaya bangsa mampu mengubah garasi salon kecil menjadi imperium kecantikan bernilai tinggi yang membanggakan Indonesia.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply