
Nilai transaksi kripto Indonesia melonjak jadi Rp23,16 T pada Agustus 2026, didorong kenaikan Bitcoin dan sentimen global.
The Path To Financial Freedom, EduFulus – Pasar aset kripto di Indonesia menunjukkan tren kebangkitan yang signifikan.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto nasional mencapai Rp23,16 triliun pada Agustus 2026, mencatatkan kenaikan sebesar 12,87% secara bulanan (month-to-month) setelah sempat mengalami penurunan dalam beberapa bulan sebelumnya.
SIMAK JUGA: Bocor! Bos Wall Street Sesumbar Kripto Siap Meledak 12 Bulan Lagi
Pertumbuhan angka transaksi ini juga berjalan selaras dengan perluasan basis investor. OJK mencatat jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia telah menembus 23,21 juta akun hingga Agustus 2026.
Bitcoin Jadi Motor Penggerak Utama
Lonjakan aktivitas perdagangan ini tidak lepas dari faktor eksternal dan pergerakan harga aset digital utama. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menjelaskan bahwa pemulihan transaksi dipicu oleh membaiknya sentimen pasar global serta apresiasi harga Bitcoin.
Lonjakan Harga Bitcoin: Harga Bitcoin terpantau melesat sekitar 25% pada Agustus, yang langsung memantik antusiasme investor ritel baik lama maupun baru.
Arus Masuk ETF Bitcoin Spot: Produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencetak rekor arus masuk bersih (net inflow) tertinggi sepanjang 2026, yakni mencapai US$3,52 miliar pada Agustus—melonjak drastis dari US$172 juta di bulan Juli.
Faktor Makroekonomi: Meredanya kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed, penurunan harga minyak global, hingga likuidasi posisi short di pasar derivatif senilai US6,55 miliar turut mempercepat laju kenaikan harga saat Bitcoin sukses menembus level psikologis diatas US80.000.
Tren Positif di Platform Domestik
Dinamika pasar nasional ini turut dirasakan oleh pelaku industri lokal. FLOQ mencatat pertumbuhan nilai transaksi di platformnya sebesar kurang lebih 15% pada paruh kedua Agustus seiring kembalinya harga Bitcoin ke atas level US$80.000.
Hingga kini, total pengguna FLOQ juga dilaporkan hampir menyentuh angka 2 juta pengguna kendati baru beroperasi kurang dari dua tahun.
Kendati tren transaksi tengah berada di jalur hijau, para pelaku industri dan regulator tetap mengimbau masyarakat untuk waspada.
Pasar kripto dikenal sangat volatil serta sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter global dan isu geopolitik. Investor diingatkan untuk selalu memahami profil risiko dan bertransaksi hanya melalui platform resmi yang berizin serta diawasi oleh OJK.
SIMAK JUGA: Sultan Mulai Merapat Berburu Kripto, Pintu Rilis Fitur VIP Private
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply