
Viral di Threads curhatan orang tua mahasiswa IPB peserta Ekspedisi Patriot yang diwawancara auditor BPK, warganet curiga penipuan.
JAKARTA, KalderaNews.com – Media sosial platform Threads dihebohkan dengan unggahan dari akun @thikakusnadi yang menceritakan pengalaman anaknya saat dihubungi dan diwawancara oleh pihak yang mengaku sebagai auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dalam unggahannya yang ditujukan langsung kepada Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (@agusyudhoyono) serta Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman (@iftitahsulaiman), ia membagikan kisah anaknya yang merupakan alumni mahasiswa IPB peserta Ekspedisi Patriot penempatan Maluku Utara tahun lalu.
Kronologi Versi Orang Tua Mahasiswa
Akun @thikakusnadi mengungkapkan bahwa anaknya yang kini sudah bekerja di Jakarta mendadak harus mengikuti conference call wawancara audit bersama orang yang mengaku auditor BPK, didampingi teman se-jurusannya serta dosen penanggung jawab kelompok yang berada di Bogor.
BACA JUGA:
- Pertama Kali! Siswa Indonesia Ikut dalam Ekspedisi ke Kutub Utara
- Apa Urgensi Riset Jauh-Jauh Sampai Antartika BRIN-NASC Ukraina?
- Ekspedisi Waktu TK Sint Carolus Bengkulu, Menelusuri Sejarah di Benteng Marlborough
Unggahan ini sontak memancing perhatian luas dan menuai beragam respons dari warganet, mulai dari yang menduga hal tersebut sebagai prosedur audit resmi hingga kecenderungan kuat mengarah ke modus penipuan baru.
Beragam Tanggapan dan Peringatan Warganet di Kolom Komentar
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari sesama peserta ekspedisi hingga warganet yang menyoroti kejanggalan proses audit tersebut:
Dugaan Modus Penipuan: Sejumlah akun secara tegas memperingatkan agar berhati-hati. Akun @candra_prabawa dan @wirawan_abcd kompak menyebut, “Penipuan ini mah” dan “Jangan percaya bu.”
Senada dengan hal tersebut, @yudigopels menambahkan bahwa proses audit biasanya menyasar penanggung jawab anggaran, bukan langsung ke peserta. “Peserta akan diundang audiensi sepanjang permintaan dan didampingi penanggung jawab anggaran,” tulisnya.
Kejanggalan Mekanisme Penagihan: Akun @ozon_rizka memberikan edukasi terkait cara verifikasi auditor resmi. Menurutnya, mekanisme yang sah harus melalui surat tugas, pengecekan kartu pegawai/NIP, serta pembayaran TGR (Tuntutan Ganti Rugi) yang baru dilakukan setelah penandatanganan Berita Acara (BA) exit meeting dengan BPK.
Hal serupa diungkapkan @bakoel.bakoeland, “Biasanya BPK akan meminta pihak pengguna anggaran yg menagih jika ada kelebihan bayar bukan langsung ke penerima.”
Pengalaman Peserta Lain: Di sisi lain, beberapa akun seperti @sampinggarasijr dan @haediningrum mengonfirmasi bahwa BPK memang tengah mengaudit program Ekspedisi Patriot tahun 2025 di kampus-kampus. Kendati demikian, muncul keluhan dari peserta terkait adanya biaya tak terduga yang tidak dicover dan malah dibebankan kepada mahasiswa.
Desakan Klarifikasi ke Lembaga: Melihat potensi keributan dan kekhawatiran kebocoran data pribadi peserta, akun @fafeby turut menandai akun resmi @bpkriofficial agar segera memberikan klarifikasi terbuka dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar kasus ini tidak dibiarkan berlarut-larut.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply