
Kemenpar tegak lurus ikuti arahan MUI dan polisi cabut izin, respons konser Andrea Bocelli di Borobudur terancam batal.
JAKARTA, KalderaNews.com – Rencana kedatangan penyanyi tenor legendaris asal Italia, Andrea Bocelli, ke Indonesia memicu polemik nasional yang kian memanas.
Konser yang semula dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan di Jakarta pada 3 November 2026 tersebut kini berada di ujung tanduk setelah mendapat penolakan keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta elemen masyarakat.
Sikap tegas ini didasari atas rekam jejak Bocelli yang tercatat pernah mengisi acara penggalangan dana untuk pasukan militer Israel (Israel Defense Forces/IDF) di Los Angeles pada tahun 2010 dan menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.
BACA JUGA:
- MUI Desak Batalkan Konser Andrea Bocelli, Kenapa?
- Heboh Konser Coldplay 15 November 2023, Ini Lho Profil Pendidikan Chris Martin, Jonny Buckland, Guy Berryman dan Will Champion
- Catat Jamnya! Claudia, Jane dan Pepita Bakal Meriahkan Konser Virtual Paskah PENABUR Minggu, 4 April 2021
MUI menilai, memberikan panggung kepada figur yang mendukung militer Israel bertentangan dengan prinsip kemanusiaan serta konstitusi Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
Kemenpar Tegak Lurus Ikuti Keputusan MUI
Merespons gelombang protes tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menggelar pertemuan silaturahim dengan Dewan Pimpinan MUI di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/10/2026).
Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan nilai keumatan serta kebijakan politik luar negeri Indonesia yang mendukung penuh Palestina.
“Belum ada pernyataan resmi dari pimpinan kami karena kami masih terus mempelajari situasi ini. Tapi kalau memang dari MUI sudah menyatakan ini, tentu kami akan tegak lurus mengikuti apa yang menjadi keputusan MUI,” tegas Bayu Aji.
Kemenpar juga berharap pihak manajemen Andrea Bocelli dapat menyampaikan pernyataan resmi yang menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina untuk meredam polemik.
Rekomendasi Izin Resmi Dicabut Polisi & Billboard Diturunkan
Tekanan publik berbuah langkah nyata di lapangan. Dalam audiensi bersama Forum Bersama Rakyat dan Umat Islam di kantor Unit Taman Wisata Borobudur (TWB) pada Selasa (13/10/2026), Kepolisian Resor Kota (Polresta) Magelang mengumumkan pencabutan rekomendasi izin konser di Borobudur.
- Pencabutan Izin Kepolisian: Wakapolresta Magelang AKBP Bim Rekoaji mengonfirmasi bahwa surat rekomendasi kegiatan konser Andrea Bocelli resmi dicabut dan diserahkan kepada pihak penyelenggara.
- Pembersihan Alat Peraga: Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Farnia Berliani Sri Tulodho, mengonfirmasi bahwa seluruh spanduk dan billboard promosi konser telah diturunkan bersama Satpol PP.
- Batas Waktu Pengelola: Pihak Front Persaudaraan Islam (FPI) Magelang Raya dan massa aksi memberikan deadline 2×24 jam kepada manajemen PT TWC untuk memberikan kepastian pembatalan penggunaan area Candi Borobudur.
Klarafikasi Andrea Bocelli: “Tidak Ada Agenda Politik”
Menanggapi desakan pembatalan yang kian meluas, Andrea Bocelli akhirnya memberikan klarifikasi tertulis pada Senin (12/10/2026).
Penyanyi tunanetra yang telah menjual lebih dari 90 juta album ini menegaskan bahwa penampilannya murni berlandaskan seni dan kemanusiaan.
“Keikutsertaan saya semata-mata dilandasi oleh seni dan rasa kemanusiaan yang kita miliki bersama. Tidak ada rencana penggalangan dana untuk mendukung kepentingan politik ataupun militer yang berkaitan dengan konser-konser tersebut,” jelas Bocelli.
Ia menekankan selalu menjaga jarak dari politik sepanjang kariernya dan mengklarifikasi bahwa penampilannya di masa lalu tidak bermaksud mendukung pihak mana pun.
Meskipun Bocelli telah mempublikasikan klarifikasinya, kepastian nasib konser kini bertumpu pada keputusan akhir pemerintah pusat, MUI, serta penuntasan izin resmi yang telah kehilangan rekomendasi di tingkat daerah.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply