4 Skema Program Erasmus+ dari Uni Eropa untuk Universitas-universitas di Indonesia

Penerima Beasiswa Erasmus Plus 2019
Penerima Beasiswa Erasmus Plus 2019 di acara Award Ceremony and Pre-Departure Orientation Erasmus Plus Scholarship Programme di Mandarin Oriental Jakarta Hotel, Jakarta, Minggu, 28 Juli 2019 (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Erasmus+ adalah program Uni Eropa yang mendukung pendidikan, pelatihan, pemuda dan olahraga. Program ini menawarkan berbagai kesempatan bagi beragam organisasi, termasuk universitas, penyedia layanan pendidikan dan pelatihan, cendekiawan, organisasi riset dan perusahaan swasta.

BACA JUGA:

Berikut ini 4 skema kolaborasi Erasmus+ dan universitas-universitas di Indonesia:

1). International Credit Mobility (ICM)/ Mobilitas Kredit Internasional

ICM bertujuan untuk mempromosikan kegiatan dan mobilitas lintas negara, menyasar para pelajar/staf akademik/professor/dosen, untuk:

  • Meraih kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan sikap) yang dimaksudkan untuk meningkatkan pengembangan pribadi dan kelayakannya untuk bekerja di dalam maupun di luar pasar kerja Eropa.
  • Meningkatkan kesadaran dan pemahaman para peserta dari berbagai negara dan latar belakang budaya yang berbeda-beda, menawarkan kesempatan bagi mereka untuk membangun jejaring internasional, serta menggugah partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat.
  • Mengembangkan kompetensi para peserta dalam hal penguasaan bahasa asing.
  • Memastikan pengakuan yang lebih baik akan kompetensi yang telah diraih, melalui kesempatan belajar di luar negeri.

Sejak tahun 2015, lebih dari 1.290 pelajar dan akademisi Indonesia telah pergi ke Eropa dan sebaliknya lebih dari 766 pelajar dan akademisi Eropa telah datang ke Indonesia untuk mengambil kesempatan belajar, mengajar maupun pelatihan jangka pendek, sebagai bagian dari program kemitraan Erasmus+ dengan 187 universitas.

2). Capacity Building in Higher Education (CBHE)/Pengembangan Kapasitas Pendidikan Tinggi

CBHE adalah program kerjasama Uni Eropa yang bersifat antar negara dan didasarkan pada kerjasama multilateral, utamanya dengan institusi pendidikan tinggi negara mitra yang telah memiliki program yang layak, dan didukung pendanaannya melalui instrumen-instrumen pembiayaan sebagaimana disebutkan di atas. CBHE juga terbuka untuk mengikutsertakan mitra non-akademis, untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat dan dunia usaha, serta untuk mendorong dampak sistemik yang diharapkan dari program ini.

Semua ini dimungkinkan melalui kerjasama yang terstruktur dengan baik, pertukaran pengalaman dan praktik baik, serta mobilitas individual. Program CBHE bertujuan untuk:

  • Mendukung modernisasi, aksesibilitas dan internasionalisasi sektor pendidikan tinggi di negara mitra Uni Eropa–yang memenuhi syarat
  • Mendukung negara mitra Uni Eropauntuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh sistem dan institusi pendidikan tingginya, termasuk persoalan kualitas, relevansi, kesetaraan akses dan kesempatan, perencanaan, pemberian layanan, manajemen, dan tata kelola;§Berkontribusi terhadap kerjasama antara Uni Eropadan negara mitra (maupun terhadap kerjasama antara negara-negara mitra itu sendiri)
  • Mendorong upaya konvergensi (bilamana memungkinkan) dengan kemajuan Uni Eropadi bidang pendidikan tinggi
  • Mempromosikan hubungan/kontak antar individu, serta kesadaran dan pemahaman antar budaya.

Sejak 2015, program Erasmus+ telah mendukung pembiayaan sebanyak 27 kemitraan universitas melalui program CBHE, yang melibatkan sebanyak 90 institusi pendidikan tinggi di seluruh Indonesia.

3). Jean Monnet

Jean Monnet adalah bagian dari program Erasmus+ yang didedikasikan untuk mempromosikan keunggulan Uni Eropa di tataran pendidikan tinggi ke seluruh dunia. Jean Monnet Actions (Aksi Jean Monnet) diselenggarakan untuk dan diaplikasikan di institusi pendidikan tinggi, namun program ini juga membuka kesempatan dan dapat dimanfaatkan oleh individu yang bekerja di sebuah institusi pendidikan tinggi.

Program Jean Monnet bertujuan untuk menjadi jembatan antara akademisi, peneliti dan pembuat kebijakan Uni Eropa. Terdapat penekanan dalam hal studi dan penelitian terhadap integrasi Uni Eropa, serta terkait pemahaman tentang posisi Uni Eropa di tengah masyarakat global. Kegiatan-kegiatan yang ditawarkan melalui program ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan dialog antara dunia akademik dengan masyarakat, termasuk dengan para pembuat kebijakan baik di tingkat lokal maupun di tingkat pusat, aparat negara, tokoh-tokoh masyarakat sipil, perwakilan dari berbagai jenjang pendidikan, serta institusi media. Sejak tahun 2015, terdapat 3 universitas di Indonesia yang telah menerima dukungan pendanaan dari Jean Monnet, untuk mendukung pengembangan modul program Studi Eropa di universitas-universitas tersebut.

4). Erasmus Mundus Joint Master’s Degree (EMJMD)

Sejak 2004, total sebanyak 506 mahasiswa Indonesia berpartisipasi dalam program EMJMD. Ini menjadikan Indonesia sebagai penerima beasiswa Erasmus Mundus terbanyak ke-5 jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*