Menristek/Kepala BRIN Raih Penghargaan dari University of Illinois Urbana-Champaign

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Prof. Bambang Brodjonegoro. (KalderaNews.com/Ist.)
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Prof. Bambang Brodjonegoro. (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Prof. Bambang Brodjonegoro menerima penghargaan internasional Madhuri and Jagdish N. Sheth International Alumni Award for Exceptional Achievement 2020 dari University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), Amerika Serikat.

Prof. Bambang merupakan pribadi dengan latar belakang ekonom dan akademisi. Ia dinilai layak menerima penghargaan ini atas dedikasinya terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia dan telah melahirkan berbagai terobosan kebijakan.

BACA JUGA:

Kala mengampu sebagai Menteri Keuangan RI (2014-2016), Prof. Bambang menginisiasi sejumlah kebijakan penting, salah satunya program pengampunan pajak (tax amnesty). Program ini merupakan momentum yang berhasil mereformasi dunia perpajakan, memperluas basis pajak, serta meningkatkan rasio pajak di Indonesia. Dalam tiga bulan pertama, program ini menghasilkan pendapatan pajak sebesar 137 triliun rupiah.

Saat menjabat menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS (2016-2019), Prof. Bambang melanjutkan kontribusi dengan membuat beberapa kebijakan, seperti kebijakan One Data and One-Map untuk meningkatkan efisiensi, akurasi dan keandalan manajemen data nasional.

Prof. Bambang juga mendorong peran swasta maupun BUMN untuk mengurangi ketergantungan APBN dan mengusung konsep Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah. Ia juga terlibat dalam mendesain konsep ibu kota baru Republik Indonesia, yang dibuat dengan konsep smart, green and sustainable metropolis.

Kini, sebagai Menristek/Kepala BRIN, Prof. Bambang terus melahirkan berbagai kebijakan penting untuk mendorong hilirisasi riset dan substitusi impor. Hingga kini, telah lahir 61 inovasi, terutama di bidang farmasi dan alat kesehatan yang dapat menjadi solusi penanganan pandemi Covid-19, misal inovasi Vaksin Merah-Putih yang masih dalam tahap pengembangan.

Selama menjabat di berbagai kementerian, Prof. Bambang juga mencatatkan sederet prestasi dari dalam maupun luar negeri. Pada 2014, ia mendapat Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Indonesia. Ia juga meraih penghargaan oleh FinanceAsia (2015) dan Moslem Choice Award (2018) sebagai Islamic Inspiration for Nation.

Madhuri and Jagdish N. Sheth International Alumni Award for Exceptional Achievement merupakan penghargaan untuk alumni UIUC yang memiliki prestasi secara profesional dalam membantu negaranya melalui kontribusi terhadap pemerintah, kemanusiaan, ilmu pengetahuan, seni, maupun kesejahteraan manusia.

“Penghargaan ini hendaknya menjadi pendorong atas lahirnya inovasi-inovasi yang dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa depan untuk mewujudkan visi Indonesia 2045 menjadi negara berpendapatan tinggi,” ujar Prof. Bambang.

Selain Prof. Bambang, penghargaan ini juga pernah diterima oleh sejumlah tokoh berpengaruh dunia, seperti Direktur Jenderal ILRI (International Livestock Research Institute) Jimmy W. Smith dari Kanada, Pendiri Institut Basic Science – Center for NanoMedicine (IBS CNM) Dr. Jinwoo Cheon dari Korea Selatan, dan Duta Besar Republik Trinidad dan Tobago untuk Haiti, Dr. Iva Camille Gloudon.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*