Wow, Mahasiswa Unsyiah Ini Wisuda Tanpa KKN dan Skripsi




Imam Maulana (Dok. Unsyiah)
Imam Maulana (Dok. Unsyiah)

ACEH, KalderaNews.com – Seorang mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bernama Imam Maulana menjadi wisudawan istimewa. Ia lulus tanpa harus melewati Kuliah Kerja Nyata alias KKN dan tidak membuat skripsi. Kok bisa ya?

Imam menjadi satu-satunya mahasiswa dari 1.201 yang lulus dengan keistimewaan. Ia adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Unsyiah. Keistimewaan itu bukan tanpa sebab. Imam adalah penggagas program Santri Dayah First Aider (SADAR) pada 2017.

BACA JUGA:.

Program yang ia usung bersama empat rekannya ini merupakan program pelatihan dan pembinaan keterampilan pertolongan pertama pada kecelakaan di Dayah Markaz Al-Ishlah Al-Aziziyah. Program ini merupakan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM) ke Kemenristekdikti.

Program SADAR juga lulus untuk dipertandingkan di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-31 di Yogyakarta pada 2018, namun tak mendapatkan juara. Meski demikan, program tersebut telah berhasil diterapkan di empat dayah unggulan di Banda Aceh dan Aceh Besar, yakni Dayah Inshafuddin, Dayah Darul Ulum, Dayah Al-Manar, dan Dayah Nidhamul Fata.

Lewat program ini, Imam mendapatkan keistimewaan diwisuda tanpa KKN. Ini merupakan kebijakan kampus Unsyiah bahwa mahasiswa yang mendapatkan pendanaan PKMM setara dengan melakukan KKN.

“Ini sudah menjadi aturan dari Rektorat bahwa mahasiswa yang lulus pendanaan PKMM akan menjadikan programnya sebagai bagian dari KKN, jika selama pelaksanaan telah mengambil mata kuliah tersebut,” jelas alumni SMA Fatih Bilingual School.

(Dok. Unsyiah Aceh)

Sementara keistimewaan “bebas skripsi” peroleh Imam dari Fakultas Kedokteran. Hal ini bermula ketika akhir 2019, ia kembali mengajukan proposal PKMM untuk mengembangkan Paket Edukasi Bencana yang Islami (PECI) dan Paket Kesenian Mitigasi Bencana (PASMINA).

Bersama tim, ia berhasil memecahkan rekor meraih medali emas pertama untuk Unsyiah dan Fakultas Kedokteran di ajang mahasiswa paling bergengsi PIMNAS ke-32. Imam juga mempresentasikan karya ilmiah tersebut dalam konferensi internasional di Bogor dan Sendai, Jepang. Berkat deretan prestasi ini, Imam mendapatkan penghargaan dari Plt. Gubernur Aceh sebagai 10 Pemuda Aceh Berprestasi 2019.

Imam lulus dengan predikat sangat memuaskan, dan akan melanjutkan pendidikan profesi dokter pada akhir Februari ini. Saat ini ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif LSM Generasi Edukasi Nanggroe Aceh. “Semua anugerah ini merupakan buah dari doa, ikhtiar, dan tawakal serta peran orang-orang di sekitar saya,” ujar Imam. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*