Gaes, Ingin Diterima di Perusahaan Multinasional? Simak Tips Unik Alumni UNPAR Ini

Paulin Agustina (unpar.ac.id)

JAKARTA, KalderaNews.com — Tidak perlu diperbantahkan lagi, bekerja di perusahaan multinasional atau Multinational Company (MNC) adalah dambaan banyak fresh graduate. Ya kan gaes?

Sebab, ada banyak keuntungan berkarier di MNC. Selain take home pay di atas rata-rata, bekerja di perusahaan berjejaring internasional merupakan kesempatan meningkatkan kapasitas profesional global. Sebagian besar eksekutif-eksekutif papan atas di Indonesia berlatar belakang karier di MNC.

Di atas semua itu, bekerja di MNC memberi peluang karier yang luas. Bukan hanya di tingkat lokal tetapi juga internasional.

Paulin Agustina, alumni program studi Administrasi Bisnis tahun 2001 Universitas Katolik Parahyangan, belum lama ini mendiskusikan topik yang berkaitan dengan berkarier di MNC. Dalam acara Alumni’s Talk dengan tema Survive on Working at Multinational Company, di Universitas Parahyangan, 20 Mei lalu, perempuan yang pernah berkarier antara lain di Singapore Airline dan PT CB Advisory-Coldwell Banker ini, mengupas berbagai ragam hal tentang bekerja di MNC.

BACA JUGA:

Dia mengatakan bahwa bekerja di MNC berarti mengalami dan mempelajari cara berpikir dan budaya yang berbeda. Ini pada gilirannya membuat keragaman dalam hubungan dan budaya kerja.

Bekerja di MNC, lanjut dia, memberikan kesempatan untuk menjelajahi negara yang belum pernah dikunjungi. Selain itu akan memiliki pengalaman proyek yang melibatkan perusahaan asing serta membuka relasi kerja yang lebih luas lagi.

Nah, dalam menentukan perusahaan multinasional yang ingin dimasuki, Paulin Agustina memberikan beberapa saran. Menurut dia, seseorang harus mengenali dulu diri sendiri, termasuk dalam hal kekuatan dan kelemahan.

Sesudah itu baru menentukan perusahaan multinasional yang ingin dimasuki. Ia menekankan pentingnya untuk melakukan riset terlebih dahulu demi pengenalan akan perusahaan tersebut.

“Ketahui diri kamu sendiri dari segi karakter, personality, kekuatan, dan kelemahan, tentukan pekerjaan dan perusahaan yang kamu mau, lakukan riset terlebih dahulu, dan persiapan menghadapi interview dan test,” kata perempuan yang kini bekerja sebagai Personal Assistant pada PT. Bukit Ashar, dikutip dari laman resmi UNPAR, unpar.ac.id.

Mantan sekretaris direktur Coldwell Banker ini juga mengingatkan pentingnya untuk cermat dalam menyusun surat lamaran kerja. Sebagai contoh, terkadang ada pelamar yang hanya menyertakan resume tanpa cover letter. Padahal cover letter adalah cara untuk mengetahui seberapa serius dan besar niat seseorang memasuki sebuah perusahaan.

Cover letter yang tak lain adalah surat pengantar dari dokumen CV yang dikirimkan pelamar kerja, biasanya menyertakan berbagai informasi yang juga akan menjadi penilaian perusahaan. Seperti dari mana pelamar kerja mengetahui info lowongan kerja tersebut dan mengapa tertarik dengan lowongan pekerjaan dimaksud.

Selanjutnya, Paulin Agustina mengetengahkan sikap yang harus dikembangkan bila bekerja di perusahaan multinasional. Sikap-sikap tersebut antara lain berpikiran terbuka, dapat melakukan banyak hal (meskipun tidak bisa setidaknya sudah mencoba terlebih dahulu), profesional, bekerja secara cerdas, dan menjaga integritas agar dipercaya oleh atasan.

Dia menekankan bahwa pada akhirnya yang sangat berperan adalah kapasitas individu dan pengenalan akan diri sendiri. “Yang menentukan kesempatan adalah diri sendiri, be yourself!”.

Dalam kesempatan tersebut, Pauline Agustina membicarakan tentang apa yang dimaksud MNC dan bagaimana mereka bekerja. Menurut Paulin, MNC ialah perusahaan yang beroperasi di lebih dari satu negara selain negaranya sendiri dan dikenal sebagai Global Enterprises.

Ciri-ciri MNC antara lain, mempunyai aset yang besar diimbangi dengan target pencapaian yang besar, manajemen kantornya (head office) berada di negara asalnya, banyak berinvestasi dalam hal teknologi, dan pemasaran/ marketing yang sangat agresif.

Tujuan MNC berekspansi ke suatu negara di luar kantor pusatnya ada banyak. Di antaranya, lebih dekat dengan target pasar internasional mereka sehingga mengurangi biaya transportasi, Selain itu biaya operasional lebih rendah di negara berkembang dan bisa melakukan outsourcing (mengajak perusahaan lokal untuk bekerja sama membuat barang yang identik).

Bagi host country, MNC memberikan berbagai keuntungan seperti mengurangi pengangguran, masuknya modal asing ke negara, memaksimalkan sumber daya yang ada, dan memicu persaingan sehingga dapat mengurangi monopoli yang merugikan.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*