Alumnus SMAK 5 PENABUR Natalie Francis Raih Beasiswa 1 M ke University of Toronto

Natalie Francis, alumnus SMAK 5 PENABUR Jakarta
Natalie Francis, alumnus SMAK 5 PENABUR Jakarta (KalderaNews/Dok. Pribadi)

JAKARTA, KalderaNews.com – Peserta didik yang baru saja lulus dari SMAK 5 PENABUR Jakarta bernama Natalie Francis berhasil menggondol beasiswa parsial Entrance Scholarship ke University of Toronto senilai CAD 100.000 (Rp 1.076.116.000) selama 4 tahun dari total biaya kuliah selama 4 tahun sebesar CAD 220.000 (Rp. 2.367.455.200). Karena beasiswa tidak termasuk full scholarship, tentu saja living cost dan biaya lainnya ditanggung oleh awardee.

“Aku udah tertarik kuliah ke luar negeri dari awal kelas 9 karena aku ngeliat di YouTube seru banget bisa hidup di luar negeri, experience new cultures dan memperluas koneksi. Aku juga suka nonton BuzzFeed dan aku kepengen kerja di sekitar LA,” akunya saat berbicang dengan KalderaNews pada Senin malam, 1 Juni 2020.

Gadis yang punya hobi nonton dan hangout cafe hopping sama temen-temennya ini tertarik masuk University of Toronto karena beberapa alasan, seperti karena kakaknya yang memang sudah kuliah di sana dan lingkungannya yang dirasanya enak dan nyaman.

BACA JUGA:

“Kokoku itu kebetulan udah kuliah di University of Toronto dan aku memang suka sama lingkungan society di sana. Kebetulan udah pernah ke sana juga, ngerasa seneng banget dan ngerasa cocok,” akunya.

Setelah tertarik ia melakukan research dan banyak baca. Ia akhirnya melihat opportunity gede untuk international student karena sedang ada program 1 juta international student sampai 2021.

“Aku mau di sekitar business. Jadi aku ngambil dalam scope management. Nantinya aku mau specialise di real estate or finance karena passion aku memang di situ. Aku suka banget pelajaran IPS di sekitar itu,” aku alumnus SMPK 4 PENABUR Jakarta.

Kendati tidak ada sistem penyetaraan bagi lulusan SMA dengan kurikulum nasional begitu akan kuliah di University of Toronto, ia tetap harus membuktikan kemampuan bahasa Inggrisnya.

“Jadi kalo di Kanada itu sistemnya per provinsi beda-beda. Aku ikut yang Ontario dan untuk Ontario ini gak ada penyetaraan sih. Setahu aku provinsi Kanada yang lain juga gak butuh penyetaraan, tetapi berdasarkan nilai IELTS sama data-data akademik lainnya yang diminta. Kalo udah penuhin kriterianya, mereka oke,” jelasnya.

Karena itulah, perjuangannya justru saat dirinya harus belajar bahasa Inggris untuk mendapatkan nilai IELTS yang bagus.

“Aku belajar Inggris day and night. Aku juga banyak nonton film dan denger lagu untuk belajar Inggris. Aku juga banyak baca artikel yang sesuai dengan hobi atau interest yang aku suka. Kebetulan aku hobi nutrisi gitu, waktu itu aku diet, jadi banyak baca artikel di sekitar itu.”

Hasilnya tidak mengecewakan, Natalie begitu sapaan akrabnya, mendapatkan nilai IELTS overall 7 dengan rincian speaking 8, writing dan listening 6.5, reading 7.5.

Natalie Francis, Alumnus SMAK 5 PENABUR Jakarta
Natalie Francis, Alumnus SMAK 5 PENABUR Jakarta (KalderaNews/IG:@natalieefrancis)

Kendati nilai IELTS itu penting, ia juga menyarankan bagi milenial yang ingin kuliah ke luar negeri dengan beasiswa untuk juga aktif berorganisasi di sekolah.

“Lumayan ambis juga di sekolah. Aku bilang ke diriku sendiri rata-rata minimal keseluruhan harus di atas 90. Kalo gak, gak boleh kuliah keluar. Aku juga ikut OSIS dan ikut lomba,” imbuhnya.

Hal lain yang menurutnya sangat penting, yakni saat apply essainya juga harus dibagusin karena IELTS cuma requirement. Akhirnya ia berpesan untuk milenial yang ambil IPS untuk tetap percaya diri.

“Kalo menurut aku, jangan dengerin kalo orang ngomong anak IPS b*d*h ataupun misal ada perkataan yang menjatuhkan. Jangan didengerin karena when there’s a will there’s a way,” pungkasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*