58 Persen Pelajar Indonesia di Luar Negeri Terbebani Tingginya Biaya Transfer Uang

Jalan tol di Jerman
Jalan tol di Jerman (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Kesulitan transfer uang ke luar negeri, yang merupakan layanan penting bagi pelajar internasional, menambah beban yang dihadapi pelajar yang sudah berjuang menghadapi tantangan kesejahteraan yang dipengaruhi oleh pandemi. Dengan begitu, layanan transfer uang ke luar negeri yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas hidup pelajar internasional.

Dengan rata-rata biaya pengiriman uang global yang tetap tinggi pada 6,38%, tidak heran bahwa sebanyak 84% atau sebagian besar pelajar internasional percaya bahwa pengiriman uang ke luar negeri yang cepat dan transparan akan meningkatkan kualitas hidup mereka ketika kuliah di luar negeri.

Survei Wise terbaru menemukan dalam hal mengirim atau menerima uang dari luar negeri, 58% pelajar Indonesia merasa bahwa tingginya biaya transfer uang ke luar negeri telah berdampak negatif terhadap keuangan mereka, dan sebanyak 36% setuju bahwa lamanya waktu yang dihabiskan untuk menunggu tibanya transfer uang ke luar negeri ke tujuan mempengaruhi perencanaan keuangan mereka.

BACA JUGA:

Cara konvensional untuk transfer uang ke luar negeri melalui lembaga keuangan tradisional biasanya melibatkan biaya yang tinggi dan biaya yang tersembunyi dalam bentuk tambahan biaya nilai tukar yang sering kali tidak diungkapkan, sehingga sebagian besar masyarakat cenderung tanpa sadar membayar lebih dari yang seharusnya.

Terbukti, 22% calon pelajar mengatakan mereka tidak yakin atau percaya bahwa tidak ada biaya tambahan saat transfer uang ke luar negeri. Faktor-faktor inilah yang menunjukkan pentingnya layanan transfer uang ke luar negeri yang lebih murah, lebih cepat dan lebih transparan untuk mengurangi beberapa kesulitan yang dihadapi para pelajar di luar negeri.

Indonesia Country Manager Wise, Elian Ciptono menegaskan survei ini menunjukkan bahwa biaya yang tinggi, transfer yang lambat dan biaya yang tidak transparan yang terdapat pada transaksi mata uang asing, berdampak secara signifikan terhadap keuangan pelajar ketika melanjutkan pendidikan di luar negeri.

“Di Wise, tujuan kami adalah menyediakan layanan transfer uang yang cepat, murah, dan transparan sehingga dapat mengurangi kekhawatiran keuangan mereka dan fokus untuk mendapatkan pengalaman belajar yang terbaik di luar negeri,” klaimnya.

Diketahui, Wise adalah perusahaan penyedia teknologi pembayaran dan pengiriman uang antar negara (remitansi) yang berganti nama dari TransferWise per 22 Februari 2021 lalu.

Dalam pengiriman uang dari Indonesia ke negara lain, Wise bekerja sama dengan Instamoney sebagai partner lokalnya. Instamoney, bagian dari Xendit Group, telah memiliki lisensi dan diawasi oleh Bank Indonesia. Wise melayani transfer uang ke 80 negara di dunia, termasuk Australia, Malaysia, Singapura, Jepang, AS dan Inggris.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*