Inilah Arti dan Filosofi Logo Hari Guru Nasional 2020

Logo Hari Guru Nasional 2020
Logo Hari Guru Nasional 2020 karya Andri Setiawan (KalderaNews/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Andri Setiawan ditetapkan sebagai pemenang sayembara logo Hari Guru Nasional 2020 yang diselenggarakan Kemendikbud dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional 2020 yang akan diperingati pada 25 November 2020 mendatang yang bertepatan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia.

PGRI sudah berdiri sejak 1945 sebenarnya, tapi baru pada 1994, pemerintah lewat Kepres No 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal berdirinya PGRI sekaligus jadi Hari Guru Nasional. Penetapan ini pun ditegaskan lagi lewat UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Penetapan Hari Guru Nasional tujuannya tidak jauh beda dengan penetapan Hari Guru Sedunia, yakni mengapresiasi, mendukung dan mendorong kualitas guru Indonesia supaya pendidikan di Indonesia terus maju.

BACA JUGA:

Biasanya di sekolah-sekolah digelar upacara untuk memperingati Hari Guru. Usai upacara, di beberapa sekolah diadakan berbagai kegiatan untuk memberikan apresiasi terhadap para guru, seperti lomba atau pentas seni.

Deskripsi dan Filosofi Logo Pemenang

Mengadopsi konsep Tut Wuri Handayani yang maknanya lebih kurang: di depan memberi teladan, di tengah membimbing (memotivasi, memberi semangat, menciptakan situasi kondusif) dan di belakang mendorong (dukungan moral), mengartikan bahwa peran guru hadir memberi teladan di setiap fase perkembangan anak.

Logo yang membentuk lingkaran saling berdampingan adalah bentuk satu kesatuan dari proses pendidikan oleh guru. Guru mampu merangkul dan tumbuh bersama karena belajar bukanlah menanamkan, melainkan menumbuhkan.

TERKINI:

Logo juga membentuk gestur semangat, kesuksesan, dan kemerdekaan, sebab pendidikan sejatinya adalah memerdekakan anak. Kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya anak-anak berpikir, yaitu jangan selalu “dipelopori” atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain, akan tetapi membiasakan anak-anak mencari sendiri segala pengetahuan dengan menggunakan teknologi dan pikirannya sendiri, bebas untuk belajar dan berkarya secara kreatif.

Dengan kata lain, menjadi diri sendiri yang autentik. Upaya konkret untuk memerdekakan manusia secara utuh dan penuh. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan merupakan salah satu cara menuju kemerdekaan secara lahir dan batin manusia.

Jumlah karakter sebanyak enam (6) adalah simbol profil pelajar Pancasila. Dalam setiap proses pendidikan, guru selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan bagi peserta didik untuk tumbuh dan merdeka menjadi manusia seutuhnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




14 Comments

  1. kata nya ga boleh pernah dipublikasikan logo nya piye iki pake orang dalam lagi kah
    harusnya dibatalin tuh mana KPK ini usut tuntas

  2. Sudah dua kali Kemdikbud melakukan hal fatal dalam lomba/sayembara. Dulu lomba meme yang melecehkan atribut/peristiwa sejarah negara malah jadi pemenang. Sekarang lomba logo hari guru. Kesalahan fatalnya pada pemilihan juri. Jurinya minim wawasan.

  3. Bagus! Akhirnya Kemendikbud menganulir pemenang Sayembara Logo Hari Guru Nasional yang telah diumumkan pada tanggal 10 November 2020. Ini jadi pelajaran berharga agar para juri lebih jeli dan teliti dalam mengambil keputusan. Mungkin ini sifat manusiawi sebagai tempatnya salah dan lupa. Tetapi kalau sampai salah lagi, salah lagi, jangan-jangan akan dikatakan “SUNGGUH TERLALU!”.

  4. Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2020, dan selamat kepada para pemenang sayembara dan peserta semuanya. Semoga Guru Indonesia semakin kreatif dan berdedikasi tinggi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*