
INDRAMAYU, KalderaNews.com – Saat kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara online karena pandemi Covid-19, sudah sepantasnya yang namanya perpustakaan itu bertransformasi.
Perpustakaan wajib beralih ke sistem digital yang bisa diakses dimana pun, kapan pun dan oleh siapa pun, khususnya bagi pelajar atau pun orang-orang yang memiliki kebutuhan keilmuan pengetahuan secara empiris maupun ilmiah.
BACA JUGA:
- Perpustakaan Kota Magelang Tutup, Tenang Ada Ribuan Judul Buku di i-Magelang
- Perpustakaan UAJY Raih Akreditasi A dari Perpusnas
- Inilah 5 Fakta Unik Hari Kunjung Perpustakaan yang Diperingati 14 September
“Tranformasi sistem seperti ini membutuhkan anggaran. Ini yang dipikirkan Komisi X. Berbicara dengan Perpustakaan Nasional, bagaimana transformasi ini bisa berjalan dan juga berkesinambungan walaupun ada refocussing anggaran,” tegas Anggota Komisi X DPR RI, Desy Ratnasari baru-baru ini di Pendopo Kantor Bupati Indramayu, Provinsi Jawa Barat.
“(Transformasi) Ini menjadi berat, namun bukan berarti ini menjadi sebuah kendala yang harus kita keluhkan, namun bagaimana kita menyiasati secara efektif dan efisien,” imbuhnya.
Ia menambahkan transformasi perpustakaan ini harus tetap berjalan, khususnya transformasi digitalisasi yang bisa diakses masyarakat Indonesia dalam konteks pendidikan jarak jauh atau online.
Perpustakaan sangat penting karena di situlah sumber ilmu dan sumber informasi utama.
* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.


Leave a Reply