Webinar UKI: Menangkal Kejahatan Terorisme di Indonesia

Gedung Universitas Kristen Indonesia (UKI)
Gedung Universitas Kristen Indonesia (UKI) (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Akhir-akhir ini aksi terorisme di negara kita kembali terjadi. Kasus bom bunuh diri Minggu (28/03) di halaman gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan adalah kasus bom bunuh diri terbaru.

Pada Sabtu (17/4) Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengadakan webinar ‘Menangkal Kejahatan Terorisme Kontemporer di Indonesia’.

Hadir sebagai narasumber dalam webinar ini adalah Kasatgas Densus 88 Mabes Polri Dr. Imam Subandi, MH, Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr. (HC). Helmy Faishal Zaini, Hendi Suhartono (mantan pelaku Bom Buku Jakarta), dan Ali Imron (mantan pelaku Bom Bali I).

BACA JUGA:

“Mendengar penyesalan Ali Imron dalam setiap ceramahnya, saya yakin hal tersebut bisa menjadi referensi bagi teroris untuk kembali ke jalan yang benar,” ujar Wakil Ketua MPR RI, Dr. Ahmad Basarah, MH dalam webinar itu.

Karena itu lebih lanjut Basarah mengatakan “Ali Imron bisa menjadi panutan kampanye deradikalisasi yang efektif di tengah maraknya propaganda radikalisme dan terorisme.”

Program Alumni Magister Ilmu Hukum UKI ini, mencermati kesungguhan Al Imron bertobat sebagai teroris. Menurut Ahmad Basarah, Ali Imron terlibat dalam kampanye deradikalisasi dan kampanye anti terorisme.

Dalam webinar ini, Ali Imron mengatakan mengajak para peserta yang sudah terpapar radikalisme untuk ke pangkuan ibu pertiwi.  

“Saya mengajak semua kawan yang masih radikal atau yang setengah radikal, mari kita kembali ke jalan yang benar. Tindakan kita salah. Semua pengakuan dan pertobatan saya lakukan atas dasar kemauan saya sendiri, dan bukan atas dasar paksaan atau tekanan pihak tertentu,” ajak Ali Imron.

Menurut Ahmad Basarah, ajakan Ali Imron kepada kaum radikal untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi sangat penting disampaikan kepada publik secara terus-menerus. 

Hal ini dilakukan agar ajakannya untuk mencintai Indonesia dan Pancasila didengar oleh sebanyak mungkin bangsa Indonesia.

Pada kesempatan yang sama Kasatgas Densus 88 Mabes Polri, Dr. Imam Subandi, MH, juga mengajak para peserta untuk kembali ke jalan yang benar dan berharap Ali Imron mendapatkan grasi agar bisa lebih efektif membantu program deradikalisasi.

“Jika hanya kami yang berbicara pentingnya deradikalisasi di forum seperti ini, suara kami bisa jadi tidak didengar. Tapi jika yang menyampaikan seorang pelaku teroris, publik akan menangkapnya dengan berbeda. Ali Imron layak mendapatkan Grasi agar bisa lebih efektif membantu program deradikalisasi,” ujar Subandi.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*