OXITS: Konsentrator Oksigen Ciptaan ITS, Solusi Krisis Oksigen Saat Pandemi

konsentrator oksigen, oxits
OXITS dan TIm Riset konsentrator oksigen dari ITS. (KalderaNews/dok.ITS)

SURABAYA, KalderaNews.com – Pandemi Covid-19 gelombang kedua yang terjadi sejak Juli 2021 sempat membuat banyak rumah sakit di berbagai kota kelabakan mencari oksigen. Diciptakannya OXITS, konsentrator oksigen oleh ITS dapat memberikan solusi dan angin segar untuk permasalahan ini.

Keistimewaan OXITS adalah alat ini dapat mengkonsentrat oksigen di udara bebas menjadi oksigen muni tanpa perlu dilakukan isi ulang sepeti tabung oksigen yang banyak digunakan oleh penderita Covid-19 atau penderita penyakit lain di rumah sakit.

BACA JUGA:

Konsentrator oksigen bukanlah teknologi baru. Sayangnya, sejauh ini Indonesia masih mendapatkan alat tersebut masih impor dan donasi dari luar negeri. Inovasi yang dilakukan oleh ITS ini diberi nama OXITS yang merupakan kependekan dari Oxygen Concentrator ITS.

Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng, dalam acara peluncuran OXITS pada Jumat, 6 Agustus 2021 di gedung Rektorat ITS, “OXITS diharapkan dapat memenuhi kebutuhan oksigen masyarakat luas. Cara kerja dari alat ini adalah menyrap udara bebas yang berada di sekitar alat.

Rektor ITS berharap inovasi yang diciptakan oleh ITS tersebut dapat menjadi jawaban di tengah krisisnya tabung dan pengisiannya di Indonesia. Penderita Covid-19 bisa mendapat bantuan oksigen murni dengan mudah tanpa perlu mencari tabung dan isi ulangnya.

Pada udara bebas biasanya hanya terdapat sekitar 21% oksigen. Sedangkan sisanya adalah nitrogen dan gas atau partikel lain. Ketua tim riset OXITS, Fadlidatul Taufany, ST., Ph.D menyebutkan, “Prinsip kerja OXITS adalah mengambil udara bebas dan memurnikannya dari kandungan nitrogen melalui teknologi pressure swing adsorption (PSA).”

Setelah udara bebas diserap, proses berikutnya adalah penyaringan. Partikel yang berukuran lebih dari 5 mikron akan terperangkap sehingga tidak dapt dihirup nantinya. Proses selanjutnya adalah kompresi untuk meningkatkan tekanannya.

Fadlidatul Taufany menambahkan, “Selama proses kompresi, mekanisme pendingin terus berjalan untuk mencegah konsentrator oksigen ini mengalami overheating dan meningkatkan performa PSA.”

Nitrogen yang terandung di dalam udara bebas akan diserap oleh filter zeolite untuk memurnikan udara. Di dalam OXITS, terdapat dua unit kolom yang bekerja secara bergantian, yaitu kolom untuk meyerap nitrogen dan kolom yang mengeluarkan nitrogen yang terperangkap di zeolite. Zeolit pada OXITS ini dapat digunakan dalam jangka waktu panjang.

Taufany, panggilan akrab Kepala Sub Direktorat Riset dan Publikasi Ilmiah Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ini juga menjelaskan bahwa udara yang telah bebas dari andungan nitrogen itu akan disesuaikan dan diatur terlebih dahulu tekanan dan alirannya secara elektronik sebelum oksigen dialirkan. Menurutnya, OXITS ini telah sesuai dengan standar kesehatan WHO – UNICEF.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat, dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*