Istri Mendikbudristek Franka Makarim Izinkan Kedua Anaknya yang Masih PAUD Ikut PTM Terbatas

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) bersama keluarganya
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) bersama keluarganya (Foto: Instagram Nadiem Makarim)

JAKARTA, KalderaNews.com – Istri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Franka Makarim mengaku mengizinkan kedua anaknya PTM terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

Ia mengakui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sebagaimana jenjang pendidikan lainnya, menghadapi tantangan besar semasa pandemi ini. Diketahui pasangan Nadiem Makarim dan Franka Franklin memiliki 3 anak dan 2 anaknya sudah masuk PAUD.

Kegiatan bermain-belajar tidak dapat dilakukan secara normal di satuan PAUD, dan tidak mudah bagi orang tua di rumah untuk dapat membimbing anak agar stimulasi bagi perkembangan keterampilan dasarnya dapat terus berlangsung secara berkesinambungan, tanpa terinterupsi, apalagi terhenti sama sekali.

BACA JUGA:

Jika intensitas belajar anak usia dini menurun, mereka akan kesulitan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Oleh karenanya, PTM terbatas merupakan cara terbaik untuk menanggulangi risiko berkurangnya kesempatan belajar dan untuk mengejar pemulihan PAUD berkualitas.

“Saya sendiri juga telah mengizinkan kedua anak saya untuk melakukan PTM terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat. Saya yakin, jika kita terus disiplin menjaga kesehatan anak-anak kita, mereka akan dapat bersekolah dengan aman, nyaman, dan optimal,” ucap Istri Mendikbudristek, Franka Makarim.

Ia mengakui pandemi telah menyebabkan perubahan yang luar biasa terhadap pendidikan anak-anak kita. Dampak yang ditimbulkan dari semua perubahan ini juga sangat mempengaruhi proses tumbuh kembang anak, khususnya mereka yang masih berada di jenjang PAUD.

Franka Makarim mengatakan situasi pandemi ini harus menjadi sebuah titik balik untuk memperkuat kerja sama dalam memperbaiki sistim pendidikan anak usia dini, termasuk dengan meningkatkan kemampuan literasi anak-anak Indonesia sebagai bekal mereka menggapai cita-cita di masa depan

“Pertemuan ini akan menjadi langkah awal kita untuk mewujudkan tiga usulan langkah aksi yang menjadi fokus kemitraan Kemendikbudristek dengan Bunda PAUD,” tuturnya saat Rapat Kerja Bunda PAUD di Jakarta, Sabtu, 30 Oktober 2021.

Pertama, menghadirkan lingkungan kaya keaksaraan melalui kegiatan membacakan buku cerita untuk anak, di rumah dan di satuan PAUD.

Kedua, mengajak orang tua, pakar, dan para mitra untuk mendampingi guru dan satuan PAUD agar dapat merancang kegiatan pembelajaran dalam skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan mendukung penyediaan materi bermain belajar.

Ketiga, meningkatkan akses ke buku bacaan anak di lokasi yang dapat diakses oleh pendidik dan orangtua, terutama dan termasuk di satuan PAUD.

Sejalan dengan prinsip trisentra yang dicetuskan oleh Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara, dunia pendidikan anak terdiri dari tiga elemen yaitu satuan pendidikan, keluarga dan juga masyarakat. Karenanya, satuan PAUD dalam penyelenggaraannya selalu didorong untuk bermitra dengan orang tua dan masyarakat.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*