Presiden Jokowi: Warisan Kebudayaan Mesti Diteliti dengan Bijak dan Nalar Modern




Presiden Joko Widodo. (KalderaNews.com y.prayogo)
Presiden Joko Widodo. (KalderaNews.com/y.prayogo)

JAKARTA, KalderaNews.com – Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan menggelar Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2021. Acara ini merupakan perwujudan amanat Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 untuk menciptakan ruang interaksi inklusif dalam pemajuan kebudayaan.

Tema PKN tahun ini yakni “Cerlang Nusantara, Pandu Masa Depan”. Melalui tema ini, kebudayaan semakin berperan menjadi pandu yang melahirkan visi bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. PKN digelar pada 19-26 November 2021.

BACA JUGA:

PKN dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi menegaskan bahwa banyak hal yang dapat dipelajari dan dirujuk dari ilmu pengetahuan dan kearifan masa lalu karya nenek moyang bangsa.

Menurut dia, ilmu pengetahuan dan kearifan masa lalu tersebut mungkin tidak tertulis dalam buku literatur atau artikel ilmiah dalam standar modern kita. Melainkan tertuang dalam bentuk narasi lisan, skrip drama, dan pewayangan serta berbagai kebiasaan-kebiasaan para leluhur.

“Semua itu adalah warisan kebudayaan yang kaya akan kearifan dan ilmu pengetahuan. Warisan kearifan dan ilmu pengetahuan tersebut mungkin tidak terjelaskan secara metodologis modern, justru itulah yang menjadi kewajiban kita untuk meneliti dengan bijak semua warisan kebudayaan tersebut dalam nalar modern, dalam metodologi yang kita kembangkan sendiri,” kata Presiden Jokowi.

PKN dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi menegaskan bahwa banyak hal yang dapat dipelajari dan dirujuk dari ilmu pengetahuan dan kearifan masa lalu karya nenek moyang bangsa. Menurut dia, ilmu pengetahuan dan kearifan masa lalu tersebut mungkin tidak tertulis dalam buku literatur atau artikel ilmiah dalam standar modern kita. Melainkan tertuang dalam bentuk narasi lisan, skrip drama, dan pewayangan serta berbagai kebiasaan-kebiasaan para leluhur.

“Semua itu adalah warisan kebudayaan yang kaya akan kearifan dan ilmu pengetahuan. Warisan kearifan dan ilmu pengetahuan tersebut mungkin tidak terjelaskan secara metodologis modern, justru itulah yang menjadi kewajiban kita untuk meneliti dengan bijak semua warisan kebudayaan tersebut dalam nalar modern, dalam metodologi yang kita kembangkan sendiri,” kata Presiden Jokowi.

Keragaman etnis, adat istiadat, agama, karakter masyarakat, serta setiap tantangan yang dihadapi nenek moyang bangsa Indonesia di masa lampau, kata Presiden Jokowi, telah melahirkan solusi dalam menopang keberlangsungan hidup. Solusi itu diwujudkan dalam seni dan budaya yang salah satunya adalah melalui jamu dan ilmu pengetahuan lainnya pada zaman itu.

Sementara, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengataka, PKN menjadi momentum untuk menyatukan gerak langkah lewat budaya.

“Ini adalah waktu terbaik kita merancang bersama tata hidup baru yang lebih berkelanjutan dengan semangat budaya bangsa,” katanya.
 
“Cerlang merupakan terang yang membimbing kita menemukan jawaban dari berbagai tantangan. Terang yang menuntun kita ke masa depan. Sekarang tiba saatnya bagi kita untuk mencari pelita, bergerak bersama dalam terang menuju Indonesia tumbuh dan Indonesia tangguh,” jelasnya seraya mengajak masyarakat untuk melangkah bersama mewujudkan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid berharap, PKN 2021 menjadi wadah pemanfaatan kekayaan potensi budaya setempat dalam upaya memperoleh solusi yang berkelanjutan bagi masalah-masalah dunia hari ini.

“Sudah waktunya Cerlang Nusantara itu menjadi pandu kita bersama menuju masa depan pascapandemi. Kearifan lokal dari segenap warisan budaya kita akan menjadi terang yang membimbing jalannya bangsa Indonesia mencipta kewajaran baru yang tidak sekadar mengulang kewajaran lama,” ucap Hilmar.

Dirjen Hilmar mengatakan, PKN 2021 adalah sebuah festival yang mengusung misi penting yaitu menjadikan kebudayaan sebagai pandu menuju kenormalan baru. PKN 2021 hadir untuk mengawali perubahan gaya hidup dari segala cara hidup lama untuk menemukan arus kebudayaan dari bawah yang akan membantu melontarkan langkah kita di masa depan guna menemukan cara hidup baru yang berkelanjutan.

PKN 2021 dikerjakan secara gotong royong oleh tiga kurator yang sudah lama berkecimpung dalam isu sandang, pangan, papan yakni Samuel Wattimena, Helianti Hilman, dan Yori Antar. Terdapat lebih dari 70 pemerintah daerah dan 19 negara yang berpartisipasi dalam PKN 2021.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*