Dosen UMJ Hadiri International Union for Muslim Scholars di Qatar

Dosen Sekolah Pascasarjana UMJ Dr. Saiful Bahri, Lc., MA.(kanan) beserta ulama anggota IUMS. (dok.UMJ)
Dosen Sekolah Dosen Sekolah Pascasarjana UMJ Dr. Saiful Bahri, Lc., MA.(kanan) beserta ulama anggota IUMS. (dok.UMJ)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) hadiri Muktamar dan Sidang Umum ke-6 International Union for Muslim Scholars (IUMS) di Doha, Qatar.

Ia adalah Kaprodi S3 Manajemen Pendidikan Islam sekaligus Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammdiyah Jakarta (UMJ), Saiful Bahri.

BACA JUGA:

Dihadiri 1000 ulama dari 92 negara

Acara yang digelar 6-11 Januari 2024 itu dihadiri kurang lebih 1.000 ulama dari 92 negara.

Ketua IUMS Dr Salim Segaf al-Jufri mengatakan, keberlangsungan acara di tengah suasana dan kondisi umat Islam yang bergejolak tidak mudah.

Tragedi kemanusiaan Palestina di Gaza sudah berlangsung lebih dari 90 hari.

“Tantangan besar umat Islam saat ini umat Islam berada di tengah gempuran proyek hegemoni kekuatan global dan tantangan internal dunia Islam seperti perpecahan dan konflik sosial, pengkotakan mazhab agama dan tirani politik, kelemahan ekonomi serta kemerosotan ilmu dan budaya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hal ini menuntut umat Islam dan semua para ulama untuk melipatgandakan usaha untuk membangun, bersatu, rekonsiliasi dan menghadapi musuh bersama.

Selain itu, ia juga mengarahkan kompas islah atauperbaikan untuk memajukan dan membangkitkan umat Islam.

“Itu semua kita harus lakukan bersama-sama dengan penuh tanggung jawab untuk menegakkan agama, memajukan kehidupan umat dan melindungi situs-situs suci Islam yang kita cintai,” katanya.

Penguatan lembaga IUMS

Sementara itu, sekertaris Jenderal IUMS Prof Dr Ali Muhyiddin Al Quradaghi menyampaikan beberapa poin  penting mengenai perjalanan IUMS dari 2004 sampai sekarang.

Dengan perjalanan IUMS yang ada, maka perlu transformasi nilai dari ketokohan, yakni tokoh sentris ke pendelegasian kewenangan.

Ia mengatakan, dari figur ketokohan sang pendiri yakni Syeikh Yusuf al-Qaradhawi ke penguatan lembaga.

Syeikh Qardhawi telah meletakkan fondasi organisasi yang kuat, maka IUMS perlu menguatkan kelembagaan ini dengan berbagi peran kepada semua anggotanya.

“Selain itu ⁠IUMS juga telah menerbitkan sejumlah fatwa yang sangat penting dalam rangka merespon problematika umat Islam di dunia,” ujarnya.

IUMS perlu meletakkan perencanaan strategis untuk perjalanan ke depan, dalam rangka merespon dan menghadapi isu-isu terkini global.

Di antaranya fikih ekosistem dan ekologi (fiqh al-bi’ah wal munakh), standarisasi ⁠hidup layak untuk semua manusia, serta isu ⁠keadilan global bagi umat Islam.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*