YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Mahasiswa se-DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) serukan aksi “Gejayan Memanggil Lagi” untuk mengritisi kecurangan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Setelah para akademisi melakukan gelombang kritik terkait pemerintahan Presiden Jokowi dan menuntut agar Pemilu dan Pilpres 2024 berlangsung jujur dan adil, kali ini mahasiswa ikut turun aksi.
BACA JUGA:
- Inilah Fakta di Balik #GejayanMemanggil, Dari Gerakan Mahasiswa 1998 Sampai Moses Gatutkaca
- Akhirnya, Aksi Mahasiswa Turun Jalan, Inilah Tuntutannya!
- #UniversitasNggaweSusah Trending Twitter, Ternyata Aksi Protes Mahasiswa UNS
Mengutip akun Instagram @gejayanmemanggil, aksi “Gejayan Memanggil Lagi” bakal digelar pada Senin siang, 12 Februari 2024, mulai pukul 12.30 WIB dengan titik kumpul di Bundaran UGM.
Gejayan Memangggil Lagi, kritisi kecurangan Pemilu 2024
Aksi unjuk rasa mahasiwa ini mengundang seluruh mahasiswa untuk mengkritisi kecurangan yang bersifat terstruktur, sistemik, dan masif dalam Pemilu 2024.
Pelanggaran etika dan moral yang dilakukan Presiden Jokowi dengan terang-terangan mengesankan bahwa ia sedang melawan arus menghadapi suara kritis masyarakat.
Adapun tema yang akan disuarakan dalam aksi Gejayan Memanggil Lagi adalah “Hancurkan dan Adili Rezim Jokowi, Selamatkan Demokrasi!”
Adapun wilayah di Kawasan pertigaan Kolombo, Jalan Affandi, Jalan Gejayan dipilih menjadi titik lokasi karena adanya sejarah pergerakan mahasiswa Yogyakarta.
Aksi “Gejayan Memanggil Lagi” digelar berdasar pada semangat peristiwa masa lalu, yakni Peristiwa Gejayan atau biasa dikenal dengan sebutan Tragedi Yogyakarta atau Gejayan Kelabu.
Peristiwa Gejayan terjadi pada Jumat 8 Mei 1998 yang berakhir dengan bentrokan berdarah. Kala itu, tuntutan yang disuarakan, yakni menuntut Reformasi dengan diturunkannya Soeharto saat itu sebagai Presiden RI.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply