Ada “Cuan” Hingga Rp 200 Juta untuk Kampus di Balik Kasus Ferienjob ke Jerman, Mahasiswa Dikorbankan?

Perdagangan orang. (Ist.)
Perdagangan orang. (Ist.)
Sharing for Empowerment

JAKARTA,KalderaNews.com – Ternyata, di balik dugaan kasus TPPO dengan modus ferienjob ke Jerman, ada “cuan” yang mengalir ke kampus.

Hal ini diungkap satu tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO ferienjob mahasiswa ke Jerman, Sihol Situngkir (SS).

Ia membenarkan adanya nota kesepahaman yang disepakati Universitas Jambi dan PT Sinar Harapan Bangsa alias SHB.

BACA JUGA:

Nota kesepahaman pelaksanaan program ferienjob itu ditandatangani oleh Sutrisno, ketika itu menjabat Rektor Universitas Jambi, sebagai pihak pertama.

Lantas, disaksikan Rayandra Asyhar, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi.

Sementara dari PT SHB ditandatangani Direktur PT SHB, Enik Waldkonig, sebagai pihak kedua.

Janji manis CSR ke kampus

Skema dana sosial perusahaan (CSR) ke Universitas Jambi terdiri dari empat poin.

  • Pertama, kampus akan menerima Rp 230.000 per mahasiswa dari SHB jika kampus mengirim mahasiswa kurang dari 250 orang.
  • Kedua, kampus menerima Rp 80.000.000 jika mengirim 250 mahasiswa bersama dua pendamping dari universitas ke Jerman.
  • Ketiga, ada kesepakatan pemberian duit Rp 200.000.000 jika universitas mengirim 500 mahasiswa ditambah dua pendamping dari kampus ke Jerman.
  • Keempat, tanggungan dua orang ke Jerman, yang meliputi sponsor dan dokumen sponsor pendukung untuk visa, tiket pesawat pergi-pulang Indonesia-Jerman dan Jerman-Indonesia, ditambah tempat tinggal dan transportasi maksimal dua pekan di Jerman.

Ketika melihat isi MoU itu, guru besar Universitas Jambi, Sihol Situngkir, menyatakan isi nota kesepahaman itu sama seperti MoU dengan Universitas Negeri Jakarta.

Sihol mengatakan bahwa poin MoU itu merupakan janji manis SHB kepada universitas.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*