Siswa SMK di Semarang Tewas Ditembak Polisi, Ini 5 Fakta yang Terjadi

ilustrasi penembakan pada siswa SMK (Ist)
ilustrasi penembakan pada siswa SMK (Ist)
Sharing for Empowerment

SEMARANG, KalderaNews.com – Seorang siswa SMK di Semarang meninggal dunia karena ditembak oleh pihak kepolisian. Ia meninggal dengan luka tembak di tubuhnya.

Diketahui bahwa korban tewas pada Minggu 24 November 2024 setelah sempat dirawat di RSUP Dr Kariadi karena luka tembak di pinggul.

Humas RSUP Dr Kariadi, Aditya menyebut jika korban tewas akibat luka tembak yang diderita di pinggulnya.

Aditya mengatakan korban tidak tertolong saat dilakukan tindakan medis dan berakhir meregang nyawa.

BACA JUGA:

Inilah beberapa fakta terkait dengan kasus kematian siswa SMK N 4 Semarang berinisial GR:

1. Korban adalah siswa SMKN 4 Semarang

Korban yang tewas diketahui bernama Gamma Rizkynata Oktafandy (GRO), seorang siswa kelas XI jurusan Teknik Mesin 2 di SMK Negeri 4 Semarang.

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Minggu dini hari, 24 November 2024, di sekitar Kalipancur, Semarang.

GRO sempat mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP dr Kariadi Semarang, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

2. Kronologi kejadian menurut saksi mata

Berdasarkan informasi dari saksi mata, GRO sedang mengendarai kendaraan bersama temannya yang berinisial S.

Keduanya diduga terlibat dalam senggolan dengan kendaraan yang dikendarai oleh seorang anggota polisi.

Insiden ini berujung pada penembakan yang mengakibatkan GRO terkena tembakan di bagian pinggul, sementara teman korban hanya mengalami luka tembak di tangan.

3. Kronologi kejadian menurut polisi

Polda Jawa Tengah mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut benar terjadi dan terjadi melibatkan anggota kepolisian.

Keterlibatan polisi dalam insiden ini dibenarkan oleh Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar. 

Irwan menjelaskan, peristiwa penembakan itu terjadi di sekitar jalan Perumahan Paramount, Semarang Barat, Minggu pukul 1.00 WIB dini hari.

 Menurut Irwan pada saat itu, di lokasi tersebut sedang ada tawuran antara geng Tanggul Pojok melawan geng Seroja.

Korban disebut termasuk anggota geng Tanggul Pojok. Anggota polisi yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah melintasi jalanan di depan Perumahan Parmount dan melihat kejadian itu.

Polisi tersebut berusaha melerai. Namun, para remaja disebut tidak kooperatif dan melawan polisi, hingga akhirnya dilakukan tindakan tegas berupa penembakan.

4. Penanganan medis dan kematian korban

Setelah ditembak, GRO segera dilarikan ke IGD RSUP Kariadi Semarang. Meskipun tim medis berusaha keras untuk menyelamatkannya, korban akhirnya meninggal dunia beberapa jam setelah kejadian.

Jenazah GRO kemudian dibawa pulang ke rumah keluarganya di Manyaran, Kota Semarang, sebelum dimakamkan di Sragen pada Minggu sore.

5. Reaksi pihak sekolah dan keluarga

Pihak SMK Negeri 4 Semarang mengonfirmasi bahwa salah satu siswa mereka meninggal dunia, namun belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai insiden tersebut.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Agus Riswantini, mengatakan bahwa pihak sekolah belum menerima konfirmasi resmi dan belum dapat menjelaskan kejadian secara utuh.

Sementara itu, keluarga korban mengaku masih berduka dan belum mengetahui kronologi lengkap dari peristiwa tersebut.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


911 views