Waduh, 1 Juta Mahasiswa Terlibat Judi Online, Apa Alasan dan Dampaknya?

Judi online. (by freepik)
Judi online. (by freepik)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Ternyata, hamper 1 juta mahasiswa di Indonesia terlibat dalam judi online (judol). Apa sih alasan dan dampaknya?

Data Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akhir 2023 terjadi transaksi judol sebesar Rp 327 triliun.

Selain itu, Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring mencatat ada sebanyak 2,37 juta orang terjebak judol.

Dari jumlah itu, 80 persen kelompok masyarakat yang berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah, dan sebanyak 960 ribu adalah mahasiswa.

BACA JUGA:

Kenapa judol digemari mahasiswa?

Maraknya judol di kalangan mahasiswa, salah satunya dipengaruhi teknologi dan kemudahan mengakses, serta kurangnya edukasi.

Nah, mahasiswa sebagai anak muda yang melek digital tentu mempunyai kemudahan memperoleh informasi promosi judol.

Di samping itu, banyak mahasiswa yang tergiur lantaran uang depositnya yang kecil. Judi online banyak digemari mahasiswa lantaran modalnya kecil, namun untungnya berlipat.

Sementara, sebuah studi menunjukkan sebanyak 82 persen dari mahasiswa yang mengakses internet pernah melihat iklan judol, seperti dari Instagram, Facebook, dan medsos lainnya.

Kampus mesti berupaya cegah judol

Dampak terbesar judi online, yakni dalam hal ekonomi. Korban judi online pun akan merasakan efek gambling disorder.

Efek ini terjadi saat seseorang telah mengalami kekalahan berkali-kali, tapi bukannya sadar, mereka malah kembali menyetorkan uangkan dengan harapan dapat mendapatkan keuntungan besar.

Menatap angka kasus judol yang besar di kalangan mahasiswa, maka disarankan kampus-kampus membuat forum khusus untuk pencegahan judi online, untuk membangun kesadaran akan bahaya judol bagi mahasiswa.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


896 views