
SALATIGA, KalderaNews.com – Gelombang demonstrasi di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Pada Kamis, 8 Mei 2025 aksi protes mahasiswa kembali membesar, melibatkan enam fakultas sekaligus, melonjak tajam dari tiga fakultas pada demonstrasi sebelumnya.
Fakultas-fakultas yang kini solid bergerak meliputi Fakultas Hukum, Teologi, Teknologi Informasi, Psikologi, Inter Disiplin, serta Fakultas Bahasa dan Sastra.
Memanfaatkan momentum krusial Rapat Senat Universitas, ratusan mahasiswa mengepung Gedung G UKSW, tempat para senator tengah bersidang.
BACA JUGA:
- Posisi Kian Tersudut, Rektor UKSW Gembok Kołom Komentar Instagram Pribadinya
- Rektor UKSW Digoyang, Komunikasi Buruk dan Arogansi Kebijakan Diduga Jadi Biang Kerok
- UKSW Membara! Tiga Fakultas Serempak Geruduk Kampus, Rektor Bungkam?
Demonstran tak beranjak, menanti dengan tegang hasil keputusan para wakil universitas sambil bergantian menyampaikan orasi yang lantang menyuarakan ketidakpercayaan dan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan Rektor UKSW, Prof. Dr. Intiyas Utami.
Aksi ini merupakan babak baru dalam serangkaian protes yang dipicu oleh kebijakan rektorat yang dinilai kontroversial. Respon yang lambat dan solusi yang bertele-tele terkait krisis ini pun berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat pada kampus ternama di Salatiga ini.
Sebelumnya, pada Jumat, 2 Mei 2025 lalu, mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum (FH) UKSW telah melakukan longmarch sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pergantian dekan dan jajaran FH yang dianggap sewenang-wenang.
Aksi serupa kembali terjadi pada Senin, 5 Mei 2025, melibatkan mahasiswa, dosen, dan alumni dari FH, FTI, dan Fakultas Teologi, yang menuntut pencabutan SK Rektor dan pemenuhan fasilitas perkuliahan.
Menyikapi situasi yang semakin genting, Ketua Senat Universitas UKSW, Prof. Apriani Dorkas Rambu Atahau, mengumumkan dua keputusan penting yang diambil dalam rapat Senat.
Pihaknya mendesak Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) untuk segera menginisiasi dialog terbuka paling lambat Jumat, 16 Mei 2025, melibatkan seluruh elemen kampus.
Selain itu, Senat juga mendesak rektor dan wakil rektor untuk memperbaiki tata kelola kampus sesuai Statuta 2016, mencakup berbagai aspek penting seperti RAPBI, admisi mahasiswa baru, investasi fisik, pelayanan mahasiswa, pengembangan karier, kesejahteraan dosen dan tendik, serta kebijakan lain yang seharusnya melibatkan pertimbangan Senat.
Ketua Senat Mahasiswa Universitas (SMU) UKSW, Tri Aprivander Waruwu, menyambut baik langkah Senat dan menekankan pentingnya partisipasi aktif mahasiswa dalam dialog mendatang.
“Kami melihat Senat UKSW sudah mendukung aspirasi mahasiswa dengan memperhatikan kondisi UKSW. Kami mendesak Rektor UKSW membuka ruang dialog seluasnya, mengevaluasi tata kelola universitas dan pemenuhan hak mahasiswa,” tegasnya.
Sementara itu, sinyal perlawanan terhadap kepemimpinan Rektor Intiyas Utami semakin menguat. Prof. Dr. Umbu Rauta, S.H., M.Hum., seorang tokoh di lingkungan UKSW, mengisyaratkan kemungkinan adanya langkah hukum terkait situasi ini. Keputusan mengenai langkah hukum akan diambil pada waktu yang tepat.
Lebih lanjut, Prof. Umbu Rauta mengungkapkan gelombang protes juga berlanjut hingga Jumat, 9 Mei 2025.
Sebagai bentuk keprihatinan yang mendalam atas kondisi UKSW dan kebijakan Rektor, mahasiswa dan dosen menggelar aksi damai bertajuk “Satya Wacana Bergerak” pada Jumat petang kemarin.
Aksi ini berupa doa bersama dan penyalaan lilin di Rumah Notohamidjojo pukul 18.00 WIB, dengan dresscode hitam sebagai simbol duka dan solidaritas.
Eskalasi aksi hingga melibatkan enam fakultas dan rencana aksi lilin dengan potensi ribuan peserta ini semakin memperlihatkan betapa serius dan meluasnya krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan Rektor Intiyas Utami di lingkungan kampus UKSW.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply