Parah! Masih Ingat Video Viral Bocah SD yang Ayahnya Lumpuh? Ternyata Settingan dan Uang untuk Judi Online!

Tangkapan layar video ciral seorang siswa SD bernama Galang Rawadhan (12) di Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menangis karena disebut diminta berhenti sekolah oleh ayahnya (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

TOJO UNA-UNA, KalderaNews.com – Masih ingat sebuah video yang memperlihatkan seorang siswa SD bernama Galang Rawadhan (12) di Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menangis karena disebut diminta berhenti sekolah oleh ayahnya, Rikson Lawadang, sempat menyentuh hati banyak warganet. Kisah sedih ini pun cepat viral dan memancing gelombang simpati serta bantuan.

Namun, belakangan terungkap bahwa drama pilu tersebut hanyalah rekayasa sang ayah untuk mendapatkan dana, yang kemudian digunakan untuk bermain judi online.

Awalnya, video berdurasi 37 detik itu membuat Kapolres Tojo Una-Una, AKBP Ridwan Jason Maruli Hutagaol, prihatin. Ia bahkan menginstruksikan Kapolsek Unauna AKP Mustarim Abbas untuk langsung memberikan bantuan perlengkapan sekolah, sembako, dan menjamin seluruh biaya pendidikan Galang hingga lulus.

BACA JUGA:

Pihak kepolisian menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi Galang yang terekam dalam video tersebut.

Namun, pada Minggu (15/6), fakta mengejutkan terkuak. Kapolsek Unauna AKP Mustarim Abbas menyatakan bahwa video itu sengaja dibuat untuk menarik simpati dan bantuan dana dari masyarakat.

Mustarim menegaskan bahwa Galang sebenarnya masih bersekolah, bukan putus sekolah seperti yang digambarkan dalam video.

Yang lebih mencengangkan, polisi menemukan bahwa uang bantuan yang diterima Rikson justru digunakan untuk deposit judi online. Informasi dari warga sekitar menyebutkan bahwa Rikson sering melakukan deposit hingga jutaan rupiah.

Mustarim juga mengungkapkan bahwa bukti transaksi judi online sudah dikantongi dari ponsel Rikson. Ia menambahkan, warga sekitar sebenarnya sudah mengetahui kebiasaan Rikson yang kerap membuat konten serupa untuk mendapatkan bantuan, bahkan pernah berhasil menggalang dana untuk membeli baju lebaran sebelumnya.

Mustarim menyesalkan tindakan Rikson yang menyalahgunakan simpati publik. Ia telah memberikan peringatan kepada Rikson dan tidak menutup kemungkinan akan memproses hukum terkait judi online serta penyalahgunaan bantuan atau penipuan publik jika aksi rekayasa serupa terus berlanjut.

Mustarim juga menyayangkan banyak bantuan dari pemerintah yang tidak dilihat oleh warganet, padahal bantuan sudah datang bertubi-tubi.

Meskipun demikian, nasib Galang kini berada di tangan yang tepat. Anggota DPRD Tojo Una-Una, Jafar M Amin, telah mengambil alih penanganan Galang, bertekad untuk mengasuh dan menanggung seluruh biaya sekolahnya.

Mustarim berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, termasuk pemerintah, agar tidak mudah percaya pada konten viral dan selalu melakukan penelusuran di lapangan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


981 views