
BENGKULU, KalderaNews.com– Nama Iqbal Rasyid Achmad Faqih belakangan ini menarik perhatian publik setelah dijemput langsung di rumahnya oleh Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Prof Dwiana Ocviyanti.
Iqbal merupakan siswa berprestasi asal Bengkulu yang berhasil lolos masuk FK UI lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Namun, keterbatasan ekonomi menjadi tantangan besar baginya untuk bisa berangkat ke Jakarta. Ia berasal dari keluarga sederhana; sang ayah bekerja sebagai buruh bangunan, sementara ibunya tidak bekerja.
BACA JUGA:
- Kisah Devit, Anak Kuli Bangunan yang Berhasil Masuk ITB, Dibiayai Satu Kampung Hingga Dijemput Langsung oleh Sang Rektor
- Dari S3 Oxford ke Ruang Kelas, Inilah Sosok Inspiratif Aishah Prastowo yang Memilih Jadi Guru Sekolah SMA
- Inilah Sosok Ayla Naznin Amira Hantoro, Siswi SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta, Peraih Nilai Sempurna ASPD
Tak jarang, sang ayah harus menanggung cibiran dari orang-orang yang menganggap tidak realistis menyekolahkan anaknya tinggi-tinggi dengan kondisi ekonomi terbatas.
Kini, kerja keras sang anak membuktikan bahwa mimpi besar bisa diraih dengan tekad dan bantuan orang-orang baik.
“Iqbal adalah siswa MAN Insan Cendekia Bengkulu Tengah dan dengan segudang prestasinya juga diajukan sekolahnya melalui jalur SNBP tetapi belum berhasil,” ujar Prof Dwiana Ocviyanti lewat unggahan di Instagram, Rabu, 18 Juni 2025.
Iqbal ingin menjadi dokter namun terkendala biaya
Prof Dwiana juga menambahkan bahwa Iqbal menyadari bahwa untuk menjadi dokter, ia hanya bisa mengandalkan kerja keras, dukungan, serta doa dari kedua orang tuanya.
Dalam video yang dibagikan oleh penggiat pendidikan Imam Santoso (@santosoim), terlihat ekspresi bahagia Iqbal saat dikunjungi langsung oleh pihak FK UI.
Prof Dwiana turut mengungkapkan bahwa Iqbal sebelumnya mendapatkan beasiswa Perintis, hasil kerjasama antara Rumah Amal Salman dan PT Paragon, berupa program pembinaan yang mempersiapkan siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
“Alhamdulillah Iqbal diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran UI,” lanjutnya.
Meski sudah diterima di FK UI, tantangan baru kembali muncul: persoalan biaya hidup dan keberangkatan ke Jakarta.
Iqbal sebelumnya menempuh pendidikan dengan dukungan beasiswa penuh, sehingga keluarganya tidak memiliki tabungan untuk biaya perjalanan, akomodasi, dan perlengkapan lainnya.
“Tapi dengan ayah yang bekerja sebagai buruh bangunan harian dan ibu yang tidak bekerja, tidak ada simpanan dana untuk biaya perjalanan Iqbal ke Jakarta dan persiapan lainnya seperti akomodasi dan lain-lain,” ungkap Prof Dwiana.
Ia menjelaskan bahwa saat ini Iqbal kembali berjuang mencari beasiswa tambahan.
“Alhamdulillah sekali PT Paragon memberikan sejumlah dana dan komputer yang sangat membantu memantapkan langkah Iqbal menuju Jakarta untuk mewujudkan mimpinya,” imbuhnya.
Prof Dwiana pun menyampaikan apresiasi kepada PT Paragon dan Imam Santoso yang telah memberi dukungan nyata untuk Iqbal. Ia juga memberikan pesan khusus yang penuh semangat dan harapan.
“Iqbal, ini baru awal perjalanan untuk mewujudkan cita-citamu menjadi dokter. Tetaplah bekerja keras dan menjaga kejujuran. InsyaAllah cita-citamu akan terkabul! Selamat datang di FKUI @univ_indonesia @medicine_ui,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply