
JAKARTA, KalderaNews.com – Fenomena hujan meteor medio Juli – Agustus 2025 terjadi sebanyak 3 kali. So, catat tanggalnya agar kamu bisa melihat keindahannya!
Hujan meteor terjadi ketika Bumi yang sedang mengitari Matahari melewati jalur puing-puing yang ditinggalkan asteroid atau komet yang lewat sebelumnya.
Ketika Bumi bergerak di jalur itu, puing tersebut bakal menghantam atmosfer Bumi, yang bisa menciptakan jejak pijar atau bola api bernama meteor.
Peristiwa ini bisa diamati langsung di langit bagian utara dan bagian selatan.
BACA JUGA:
- Fenomena “Bediding”, Dingin Sampai ke Tulang, Begini Penjelasan BMKG
- Temuan Arkeologi di Maros, Perkaya Pengetahuan Prasejarah Indonesia
- Prediksi BMKG, Anomali Curah Hujan sampai Oktober 2025
Nah, berikut ini 3 hujan meteor yang akan menghiasi langit di medio Juli – Agustus 2025:
Alpha Capricornid
Fenomena ini bakal terlihat di langit bagian utara dan selatan. Meteor ini bisa mulai dilihat pada Sabtu, 12 Juli 2025, dan puncaknya pada 29 – 30 Juli 2025.
Alpha Capricornid terbentuk akibat komet berperiode pendek, 169/NEAT yang mengorbit Matahari setiap 4,2 tahun sekali.
Hujan meteor ini tak terlalu banyak jumlahnya; saat puncaknya hanya menghasilkan sekitar lima meteor per jam.
Tetapi, hujan meteor ini bisa bersinar amat terang, yang menjadikan fenomena ini salah satu hujan meteor yang paling populer untuk diamati.
Waktu terbaik untuk mengamati ada pada malam hari sekira pukul 22.00 waktu setempat.
Perseid
Fenomena hujan meteor Perseid akan muncul pada Kamis, 17 Juli 2025, dengan puncaknya pada 12 – 13 Agustus 2025, terutama pada bumi belahan utara.
Perseid berasal dari Komet Swift-Tuttle, komet berperiode pendek yang mengorbit Matahari setiap 133 tahun, dan memiliki radian di dekat rasi bintang Perseus, Cassiopeia, dan Camelopardalis.
Saat puncaknya, ada 50 sampai 75 meteor per jam dalam kondisi langit gelap.
Waktu terbaik untuk mengamatinya pada dini hari, mulai tengah malam sampai fajar.
Southern Delta Aquariids
Hujan meteor Southern Delta Aquariids mulai terlihat pada Jumat, 18 Juli 2025 dengan puncaknya pada 29 – 30 Juli 2025.
Delta Aquariids Selatan kemungkinan berasal dari komet periode pendek 96P/Macholz yang mengorbit Matahari setiap 5,27 tahun sekali, dengan titik radiasi di konstelasi Aquarius.
Hujan meteor ini bisa menghasilkan sekitar 20 hingga 25 meteor per jam selama periode puncaknya yang berlangsung 48 jam.
Waktu pengamatan terbaik adalah antara tengah malam hingga menjelang fajar.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply