
JAKARTA, KalderaNews.com – Pagi cerah ceria mentari pagi menyapa KB-TK Tarakanita 3 yang berlokasi di Jl. Juraganan No.I Grogol Utara, Kebayoran Lama Jakarta Selatan saat mengadakan kunjungan edukatif.
Tujuan dari kunjungan ini ialah untuk mengenalkan kepada peserta didik akan keberagaman budaya dan tempat ibadah lain di luar lingkungan mereka, sekaligus menanamkan nilai-nilaitoleransi sejak dini.
Sebanyak 55 peserta didik Taman Kanak-kanak Tarakanita 3 yang didampingi oleh para guru dan orang tua, disambut hangat oleh pengurus Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin Kebayoran Lama.
BACA JUGA:
- MPLS Hari Terakhir KB-TK Tarakanita: Dari Senam, Sains hingga Berhitung Bersama
- Peserta Didik KB-TK Tarakanita 4 Mengenal Biota Laut di BX Sea Bintaro Xchange
- KB-TK Tarakanita Surabaya Rayakan Hari Dongeng Sedunia
Dalam kunjungan ini, anak-anak diajak berkeliling area kelenteng dan dijelaskan tentang fungsi, arsitektur, dan beberapa simbol yang ada.
Mereka belajar tentang patung-patung dewa yang dihormati, lentera merah yang ikonik, serta ornamen-ornamen khas Tionghoa lainnya.
Salam Konghucu adalah “Salam Kebajikan” atau dalam bahasa Mandarin disebut “Wei De Dong Tian” (惟德動天), yang berarti “Hanya Kebajikan Tuhan Yang Berkenan” menjadi salam pembuka yang diajarkan oleh Fanty selaku pengurus Kelenteng.
Kunjungan ini mengajarkan toleransi beragama “Meskipun berbeda, kita bisa hidup berdampingan dengan damai.”
Ini menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk menciptakan harmoni. Justru, keberagaman dapat menjadi kekuatan yang memperkaya sebuah komunitas atau masyarakat.
Ketika kita mampu berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda, kita belajar banyak hal baru dan memperluas wawasan kita Kegiatan ini tidak hanya sekadar melihat-lihat.
Sesuai dengan Kurikulum karakter Tarakanita yang berfokus pada pembentukan pribadi yang utuh, tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian social termasuk toleransi, yang merupakan fondasi penting yang harus kita tanamkan sejak usia taman kanak-kanak.
Dengan mengajak anak-anak berkunjung langsung ke tempat ibadah agama lain, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung atmosfer kerukunan melalui pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka untuk tumbuh menjadi individu yang lebih terbuka dan menghargai sesama.” (Penulis: Dewi Oktarini Aruan)
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply