Teror Bom Jakarta Nanyang School (JNS) dan Mentari Intercultural School (MIS), Minta Tebusan 30.000 Dolar AS Dikirimkan ke Bitcoin

Kedua sekolah target bom adalah Jakarta Nanyang School (JNS) di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan Mentari Intercultural School (MIS)
Kedua sekolah target bom adalah Jakarta Nanyang School (JNS) dan Mentari Intercultural School (MIS) (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

TANGERANG, KalderaNews.com – Situasi di kawasan Tangerang Selatan sempat mencekam menyusul adanya laporan ancaman teror bom yang menyasar dua institusi pendidikan bertaraf internasional pada Selasa (7/10/2025).

Kedua sekolah yang menjadi target adalah Jakarta Nanyang School (JNS) di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan Mentari Intercultural School (MIS) di Bintaro, Kota Tangerang Selatan.

Ancaman ini diketahui memiliki motif pemerasan, di mana pelaku meminta uang tebusan sebesar 30.000 Dolar Amerika Serikat (AS), yang setara dengan sekitar Rp497 juta.

BACA JUGA:

Kronologi dan Modus Operandi Pelaku
Ancaman teror ini dilaporkan terjadi pada Selasa pagi dan siang hari, dengan modus pengiriman pesan yang berbeda di tiap lokasi:

Jakarta Nanyang School (JNS): Ancaman pertama diterima JNS melalui pesan singkat WhatsApp.

Mentari Intercultural School (MIS): Ancaman serupa kemudian diterima MIS melalui surat elektronik (e-mail).

Dalam pesan teror tersebut, pelaku tidak hanya mengancam telah meletakkan bom di area sekolah, tetapi juga secara eksplisit meminta uang tebusan USD30.000 dan mendesak pihak sekolah untuk tidak melapor kepada polisi.

Jarak antara kedua sekolah yang menjadi target diketahui kurang dari 10 kilometer.

Respons Cepat Polisi dan Hasil Sterilisasi

Menanggapi laporan ancaman tersebut, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) segera melakukan pengamanan intensif dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Tangsel mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari Jihandak Gegana Brimob Polda Metro Jaya diterjunkan ke kedua lokasi untuk melakukan penyisiran dan sterilisasi.

Proses pengamanan di MIS Bintaro dan JNS Pagedangan berlangsung cepat dan kooperatif dengan pihak sekolah.

“Puji Tuhan, alhamdulillah, hasilnya juga tidak ditemukan bahan peledak atau bom dan sejenisnya di kedua sekolah,” ujar perwakilan Polres Tangsel, memastikan bahwa ancaman tersebut merupakan teror palsu.

Penyelidikan Intensif dan Imbauan Keamanan

Meski ancaman terbukti palsu, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini merupakan tindakan kriminal serius. Saat ini, Polres Tangsel tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap dan memburu pelaku.

Penyelidikan dilakukan bekerja sama dengan Direktorat Cyber Polda Metro Jaya dan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk melacak pengirim pesan teror, baik melalui WhatsApp maupun e-mail.

Kapolres juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah, untuk tetap tenang dan tidak panik.

“Kami menghimbau masyarakat jika mendapatkan informasi adanya gangguan Kamtibmas atau teror, segera dapat melaporkan ke pihak Kepolisian. Pihaknya akan segera turun dan menangani, untuk memastikan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan kegiatan,” tambahnya.

Kegiatan belajar mengajar di kedua sekolah dilaporkan berjalan normal dan tidak terganggu selama proses sterilisasi berlangsung. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas pelaku pemerasan yang telah menciptakan keresahan di lingkungan pendidikan tersebut.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*