
JAKARTA, KalderaNews.com – Malam ini, Sabtu, 18 Oktober 2025, puncak Hujan Meteor Epsilon Geminid akan menghiasi langit Indonesia dan dapat diamati dari berbagai wilayah.
Meskipun tergolong hujan meteor minor dengan intensitas maksimum hanya sekitar tiga meteor per jam, kemunculannya tetap dinantikan para pengamat langit.
BACA JUGA:
- Waspada! Cuaca “Mendidih” di Indonesia, BMKG Imbau Hindari Terik Matahari di Jam Ini!
- Waspada! Hujan di Jakarta Ternyata Bawa Mikroplastik Berbahaya, BRIN: Polusi Plastik Sudah Mencapai Langit!
Kapan waktu terbaik untuk melihat?
Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo, menyampaikan bahwa Epsilon Geminid paling baik diamati mulai tengah malam hingga menjelang fajar pada Sabtu dini hari.
“Waktu terbaik pengamatan dimulai saat rasi Gemini terbit di kaki langit timur, dan berakhir
ketika fajar mulai muncul,” jelas Marufin.
Kabar baiknya, fenomena ini bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia.
Namun, ada satu syarat utama, yakni langit harus cerah dan bebas dari polusi cahaya, terutama yang datang dari perkotaan.
Ia menambahkan bahwa cahaya Bulan tidak akan menjadi penghalang karena sudah memasuki fase Bulan sabit tua.
- Waktu pengamatan: tengah malam hingga menjelang fajar (sekitar waktu Subuh).
- Lokasi terbaik: area dengan langit cerah, jauh dari polusi cahaya berat (non-perkotaan).
- Alat bantu: tidak diperlukan alat bantu khusus, cukup dengan mata telanjang.
Asal Epsilon Geminid, sisa komet berkecepatan tinggi
Nama Geminid didapatkan karena meteoroid yang membentuk hujan meteor ini tampak berasal dari Rasi Bintang Gemini. Sementara itu, nama “Epsilon” merujuk pada posisi pancaran (radiant) yang berada di sekitar bintang Epsilon Geminorum.
Meteoroid Epsilon Geminid ini adalah sisa-sisa dari Komet Ikeya (C/1964 N1), sebuah komet berperiode panjang.
Karena orbit komet ini bersifat retrograde (berlawanan arah dengan rotasi Matahari), meteoroidnya memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan yang luar biasa tinggi, mencapai 70 kilometer per detik!
Meskipun cepat, Marufin menjelaskan bahwa meteor ini umumnya akan tampak redup.
“Karena intensitasnya rendah dan ukuran partikel sangat kecil, seukuran debu atau bahkan bisa lebih kecil, meteor Epsilon Geminid umumnya tampak redup,” katanya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply