Tragis! Siswi MTs Sukabumi Akhiri Hidup di Rumahnya Usai Tulis Surat Perpisahan, Diduga karena Korban Bullying

Bunuh diri (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

SUKABUMI, KalderaNews.com– Seorang siswi dari MTsN 3 Kabupaten Sukabumi ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di rumahnya yang berlokasi di Kecamatan Cikembar, Selasa (28/10) malam.

Kejadian tragis ini sontak membuat heboh warga dan ramai dibicarakan di media sosial. Kepala Sekolah MTsN 3 Kabupaten Sukabumi, Wawan Setiawan, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya salah satu siswi terbaiknya.

Ia mengungkapkan bahwa korban dikenal sebagai siswa yang cerdas, aktif, dan memiliki banyak prestasi.

“Pertama, kami mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya almarhumah. Yang kehilangan bukan hanya keluarga, tapi kami juga, karena anak itu berprestasi, punya talenta, dan aktif di madrasah ini. Dia aktif di pramuka, bahkan pramukanya Garuda yang mendapat penghargaan dari Pak Bupati. Bahkan di kelas sekarang menjadi koordinator MBG,” kata Wawan Setiawan.

BACA JUGA:

Tidak ada yang mencurigakan dari siswa Mts bunuh diri

Menurut Wawan, tidak ada hal aneh yang terlihat dari perilaku korban sebelumnya. Pada hari kejadian, siswi tersebut masih mengikuti kegiatan sekolah seperti biasa.

“Kemarin pun ikut upacara Sumpah Pemuda. Setelah upacara, datang ke kantor minta izin pulang karena sakit perut. Dikasih izin pulang, bahkan diantar oleh temannya. Terakhir, sekitar pukul 5 sore, beliau mengirim pesan ke wali kelas, kurang lebih isinya ‘Ibu, saya pulang jam 10-an karena sakit perut’. Wali kelas menjawab, ‘Semoga cepat sembuh’,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa selama ini pihak sekolah tidak pernah menerima laporan atau tanda-tanda bahwa korban mengalami tekanan dari lingkungan sekolah.

“Tidak ada keluhan apa pun, tidak ada aduan, dan tidak ada tanda-tanda bahwa ia mendapat tekanan dari teman-temannya,” imbuhnya.

Wawan menambahkan, MTsN 3 Kabupaten Sukabumi dikenal sebagai sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai ramah anak serta menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan.

“Bully di sini itu haram hukumnya, karena kami sekolah ramah anak. Artinya tidak boleh ada bully, tidak boleh ada kekerasan verbal maupun fisik. Kami juga sekolah inklusif, jadi anak-anak yang punya kekurangan fisik maupun psikis bisa sekolah di sini,” ungkapnya.

Sekolah akan bekerjasama untuk ungkap kejadian bunuh diri siswa Mts

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak sekolah telah mengadakan rapat internal dan menyatakan siap bekerja sama dengan kepolisian untuk mengungkap kejadian ini.

“Insyaallah kami akan kooperatif. Kami akan memberikan informasi yang terbuka, tidak ada yang ditutupi, tidak ada yang didramatisasi,” pungkasnya.

Diketahui, korban meninggalkan surat tulisan tangan yang berisi permohonan maaf kepada orang tua dan keluarganya.

Dalam surat tersebut juga terungkap perasaannya yang terluka terhadap beberapa teman di kelas serta keinginannya untuk pindah sekolah.

Kapolsek Cikembar, Iptu Yadi Suryadi, saat dikonfirmasi hanya menyampaikan bahwa penanganan kasus kini berada di bawah wewenang Unit PPA Polres Sukabumi.

“Silakan konfirmasi langsung ke Polres Sukabumi, terima kasih,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, menambahkan, “Kami masih menunggu keluarga. Informasinya, mereka akan melapor ke Unit PPA, dan sudah diarahkan,” ujarnya singkat.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*