JAKARTA, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Peraturan Menteri (Permendikdasmen) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid.
Kebijakan strategis ini dirancang untuk mengelola bakat, minat, dan kemampuan murid secara terencana dan berkelanjutan sejak jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
BACA JUGA:
- JPPI: Ternyata, MBG Malah Bikin Prestasi Siswa Menurun! Kok Bisa?
- Yuk Cek Deretan SD Paling Berprestasi Versi Puspresnas! Ternyata, Didominasi Sekolah Muhammadiyah!
- Kabar Terbaru! Siswa Berprestasi Kini Dijamin Langsung Kerja oleh Negara
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa regulasi ini adalah komitmen negara untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan kesempatan yang adil dalam mengembangkan potensi uniknya.
5 Tahapan Mengelola Bakat Murid
Manajemen talenta ini tidak hanya fokus pada juara kelas, tetapi mencakup seluruh murid melalui pendekatan yang inklusif dan kolaboratif.
Dalam aturan ini, terdapat lima tahapan utama pengelolaan talenta:
- Identifikasi: Menemukan bakat dan minat sejak dini menggunakan instrumen resmi kementerian.
- Pengembangan: Mengasah bakat melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
- Aktualisasi: Memberikan ruang bagi murid untuk unjuk gigi dalam ajang kompetisi maupun non-kompetisi.
- Apresiasi: Memberikan penghargaan bagi mereka yang berprestasi.
- Kapitalisasi: Memberdayakan karya dan potensi murid untuk mendukung daya saing bangsa.
SIMT Murid: Basis Data Talenta Nasional
Untuk mendukung transparansi dan akurasi data, Kemendikdasmen memperkenalkan Sistem Informasi Manajemen Talenta Murid (SIMT Murid).
Platform digital ini akan menjadi basis data terintegrasi secara nasional.
Dengan SIMT Murid, rekam jejak prestasi dan potensi setiap murid akan terpantau secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah hingga nasional dan internasional.
Hal ini memungkinkan perencanaan karier belajar yang lebih tepat sasaran bagi setiap individu.
Bentuk Penghargaan dan Keberlanjutan
Satu hal yang menonjol dalam Permendikdasmen No. 25/2025 ini adalah pengaturan mengenai apresiasi.
Pemerintah tidak hanya memberikan sertifikat, tetapi juga menyediakan:
- Fasilitasi karier belajar (beasiswa atau jalur prestasi).
- Fasilitasi karier bekerja di masa depan.
- Pembinaan lanjutan serta perhatian terhadap kesejahteraan talenta berprestasi.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap talenta hebat di sekolah-sekolah kita tidak hanya muncul lalu hilang, tapi kita kapitalisasi untuk pembangunan SDM unggul di masa depan,” ujar Abdul Mu’ti.
Implementasi Serentak
Permendikdasmen ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan dan menggantikan aturan lama yang dianggap sudah tidak relevan.
Kemendikdasmen bersama Pemerintah Daerah akan melakukan pemantauan ketat agar implementasi manajemen talenta ini memberikan dampak nyata dan tidak sekadar menjadi prosedur administratif bagi sekolah.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply