LAMONGAN, KalderaNews.com– Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan pada awal tahun 2026 berdampak pada aktivitas pendidikan.
Salah satu sekolah yang terdampak cukup serius adalah SDN Jelak Catur yang berada di Kecamatan Kalitengah. Meski akses menuju sekolah terendam air, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan berkat upaya para guru yang menjemput siswa menggunakan perahu.
Kepala SDN Jelak Catur, Zaenal Mutakim, menyampaikan bahwa genangan banjir memang mengelilingi area sekolah. Kendati demikian, kondisi ruang kelas masih cukup aman sehingga masih bisa digunakan untuk proses pembelajaran secara langsung.
BACA JUGA:
- Viral! MBG untuk Balita dan Ibu Hamil di Pandeglang Dibungkus Plastik, Ini Penjelasan SPPG
- Viral dan Bikin Geger! Pertahankan Uang dan Ponsel dari Maling, Siswi SD di Medan Terseret hingga 20 Meter
- Viral! Video Adu Mulut di SDN Jeneponto, Diduga Guru Honorer Dipecat Usai Persoalkan Penggantian Jabatan
Sekolah Inisiatif Jemput Siswa dengan Perahu
Ia menjelaskan bahwa pada tahun ajaran 2026, lingkungan sekitar sekolah tidak luput dari banjir. Namun, ruang kelas dinilai masih layak sehingga kegiatan belajar tetap dapat berlangsung secara aktif.
Terendamnya akses jalan menuju sekolah membuat banyak siswa kesulitan untuk datang secara mandiri. Menyikapi situasi tersebut, pihak sekolah bekerja sama dengan para guru serta warga sekitar mengambil inisiatif menjemput siswa dari rumah masing-masing menggunakan perahu.
Menurut Zaenal, sebagian besar rumah peserta didik juga terdampak banjir sehingga bantuan penjemputan menjadi solusi agar siswa tetap bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap hak anak untuk memperoleh pendidikan, meskipun berada dalam kondisi darurat akibat bencana alam. Pihak sekolah berkomitmen menjaga agar proses pembelajaran tetap berjalan selama situasi memungkinkan.
32 SD di 8 Kecamatan Terendam Banjir
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan mencatat bahwa banjir juga berdampak pada puluhan sekolah dasar di wilayah lain. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 32 SD di delapan kecamatan terdampak banjir.
Sekolah-sekolah tersebut tersebar di Kecamatan Karangbinangun sebanyak enam sekolah, Kalitengah empat sekolah, Turi delapan sekolah, Karanggeneng dua sekolah, Modo satu sekolah, Laren satu sekolah, Deket lima sekolah, serta Glagah lima sekolah.
Dampak banjir yang dialami meliputi genangan air di halaman dan ruang kelas, terganggunya akses menuju sekolah, hingga potensi kerusakan fasilitas pendidikan.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pendidikan Lamongan mengimbau seluruh satuan pendidikan terdampak untuk mengutamakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik, mengamankan dokumen penting, serta menyesuaikan metode pembelajaran melalui sistem daring atau penugasan mandiri apabila pembelajaran tatap muka belum memungkinkan.
Dinas Pendidikan juga memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi banjir dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar layanan pendidikan di Lamongan tetap berjalan dengan aman di tengah situasi bencana.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply