
MEDAN, KalderaNews.com – Seorang anak perempuan berusia 9 tahun yang masih bersekolah di tingkat sekolah dasar (SD) di Kota Medan, Sumatera Utara, menjadi korban pencurian dengan unsur kekerasan.
Dalam kejadian tersebut, korban terseret oleh pelaku pencurian bermotor sejauh kurang lebih 20 meter ketika berusaha mempertahankan uang dan telepon genggam miliknya. Aksi ini terekam jelas oleh kamera pengawas atau CCTV.
Adapun rekaman CCTV itupun tersebar luas di media sosial dan viral. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
BACA JUGA:
- Viral! MBG untuk Balita dan Ibu Hamil di Pandeglang Dibungkus Plastik, Ini Penjelasan SPPG
- Viral Kuliah Disebut ‘Scam’ dan Nikah Muda Dianggap Solusi, BKKBN: Ini Dampak Jangka Panjangnya
- Viral! Video Adu Mulut di SDN Jeneponto, Diduga Guru Honorer Dipecat Usai Persoalkan Penggantian Jabatan
Lokasi kejadian berada di rumah korban yang terletak di Lorong 36, Kelurahan Renglas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.
Kronologi Maling Seret Bocah SD Sejauh 20 Meter
Dalam video tersebut terlihat pelaku datang sendirian dengan mengendarai sepeda motor. Pelaku kemudian masuk ke rumah korban secara diam-diam.
Aksi pencurian itu diketahui oleh korban yang bahkan masih menggunakan seragam sekolah. Akhirnya pelaku langsung berusaha melarikan diri sambil membawa sejumlah uang dan satu unit ponsel.
Mengetahui barang miliknya dicuri, korban mencoba mengejar pelaku. Sempat terjadi tarik-menarik antara keduanya.
Pelaku lalu menyalakan sepeda motornya untuk kabur, sementara korban masih memegang bagian belakang kendaraan hingga akhirnya terseret dan terjatuh.
Meski sempat membawa kabur ponsel korban, pelaku akhirnya mengembalikan ponsel tersebut kepada bocah itu sebelum meninggalkan lokasi kejadian.
Ayah korban, Dalfan, mengungkapkan bahwa anaknya mengalami luka di bagian kaki akibat terseret di atas lantai batako.
“Kurang lebih anak saya terseret sejauh 20 meter dari pagar pintu sampai ujung hampir depan gang ini, “kata Dalfan/
Tidak hanya mengalami luka fisik, korban juga mengalami trauma psikologis akibat kejadian tersebut.
Dalfan menyebut pihak keluarga berencana melaporkan kasus pencurian disertai kekerasan itu ke Polsek Medan Labuhan, Polres Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply