Saat Samudra Pasifik menghangat, bumi seketika merana. Intip jejak kehancuran Super El Niño yang sukses mengacak-acak dunia!
JAKARTA, KalderaNews.com – Fenomena El Niño bukan sekadar obrolan cuaca biasa. Ini adalah anomali iklim raksasa ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur melonjak panas.
Dampaknya? Pola angin dunia kacau balau. Di Indonesia, angin pasat yang melemah membuat awan hujan kabur ke Amerika Selatan, meninggalkan tanah air dalam cengkeraman kemarau ekstrem, krisis air, gagal panen, hingga kebakaran hutan hebat.
Jika El Niño membawa kekeringan, saudara kembarnya, La Niña, justru sebaliknya, memicu banjir bandang karena suhu Pasifik yang mendingin.
Keduanya tergabung dalam siklus raksasa bernama El Niño-Southern Oscillation (ENSO).
BACA JUGA:
- Kiamat Iklim Mengintai, Super El Nino 2026 Mengancam!
- Jakarta Dikepung El Nino “Godzilla”, Panas Jadi Petaka Kesehatan
- Apa itu El Nino yang Bikin Kemarau Makin Panas dan Panjang?
Gimana El Niño terjadi?
Secara singkat, El Niño merupakan sebuah fenomena iklim global yang terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur mengalami peningkatan di atas rata-rata normalnya.
Fenomena ini bukan sekadar cuaca lokal, melainkan anomali skala besar yang mengubah pola sirkulasi angin dan atmosfer bumi.
Nah, begini fenomena El Niño terjadi:
- Kondisi normal: Angin pasat berembus dari timur ke barat, mendorong air laut hangat ke arah Asia dan Indonesia. Akibatnya, wilayah kita menjadi pusat pembentukan awan hujan.
- Saat El Niño: Angin pasat tersebut melemah atau bahkan berbalik arah. Air laut yang hangat pun bergeser kembali ke arah timur (mendekati Amerika Selatan). Karena pusat hangatnya pindah, tempat pembentukan awan hujan pun ikut bergeser menjauhi Indonesia.
Dampak utama di Indonesia
Akibat perpindahan awan hujan tersebut, Indonesia biasanya mengalami dampak-dampak berikut:
- Kemarau Panjang: Curah hujan menurun drastis, menyebabkan musim kemarau menjadi lebih kering dan berlangsung lebih lama dari biasanya.
- Kekeringan: Pasokan air bersih berkurang, dan debit air di waduk atau sungai menyusut.
- Kegagalan Panen: Sektor pertanian kerap terdampak paling parah karena berkurangnya air untuk irigasi.
- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Lahan yang mengering menjadi sangat rentan terbakar, yang memicu munculnya bencana kabut asap.
Jejak dampak El Niño di dunia
Sepanjang sejarah modern, dunia beberapa kali dihantam kategori “Super El Niño” dengan intensitas ekstrem yang memicu krisis kemanusiaan global:
- El Niño 1877–1878: Fenomena ini melumpuhkan pertanian di Asia, Afrika, dan Amerika Latin sekaligus. Kegagalan monsun di India dan kekeringan ekstrem di Brasil memicu kelaparan global massal. Tanpa adanya cadangan pangan lintas negara, petaka ini merenggut 30 hingga 60 juta nyawa hanya dalam kurun waktu kurang dari empat tahun.
- El Niño 1997–1998: Indonesia dibuat tak berdaya dengan tanah sawah yang retak dalam. Kebakaran lahan gambut di Sumatra dan Kalimantan menghasilkan kabut asap beracun yang melumpuhkan penerbangan hingga memicu ketegangan diplomatik dengan Malaysia dan Singapura. Dampak gagal panen ini kian memperparah krisis moneter (Krismon) 1998 dengan total kerugian global mencapai 4 triliun dolar AS.
- El Niño 2015–2016: Fenomena ini memicu coral bleaching (pemutihan karang) terparah dalam sejarah, mematikan 90% karang di Great Barrier Reef, Australia, serta merusak perairan Indonesia. Di dalam negeri, 2,6 juta hektare lahan hangus terbakar, pasokan padi merosot tajam, dan setengah juta warga Sumatra-Kalimantan terserang ISPA.
- El Niño Super 2023–2024: Akibatnya, awal musim hujan di Indonesia mundur ekstrem. Pada awal 2024, produksi beras nasional langsung jeblok hingga 2,28 juta ton, memicu lonjakan harga beras tertinggi dalam sejarah domestik. Tak hanya itu, waduk-waduk di Jawa hingga Nusa Tenggara menyusut ke titik kritis, memaksa jutaan warga pedesaan gigit jari akibat krisis air bersih.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply