Viral! Guru SD di Jember Telanjangi Murid, Gegara Uangnya Hilang di Sekolah, Orangtua Langsung Murka!

Suasana di SDN Jelbuk 02. (ISt.)
Suasana di SDN Jelbuk 02. (ISt.)
Sharing for Empowerment

JEMBER, KalderaNews.com – Guru di SDN Jelbuk 02, Jember menelanjangi muridnya saat melakukan pemeriksaan terkait uang yang hilang. Orangtua dobrak pintu kelas!

Guru berinisial FT tersebut adalah wali kelas V di SDN Jelbuk 02.

Peristiwa yang terekam kamera ponsel itu pun langsung viral di media sosial.

BACA JUGA:

Kronologi kejadian lengkap!

Hari itu, FT mengaku kehilangan uang sebesar Rp75 ribu dalam pecahan baru. Sebelumnya, ia juga mengaku kehilangan Rp200 ribu.

Ia curiga salah seorang muridnya yang mengambil uang tersebut. FT pun memanggil 22 murid kelas V dan memeriksa tas mereka satu per satu.

Lantaran uangnya tidak ditemukan, pemeriksaan berlanjut sampai pukul 11.00 WIB dengan menggeledah tubuh murid.

Selama proses tersebut, murid lain dilarang melihat. Tetapi, beberapa siswa dari kelas lain sempat menyaksikan kejadian itu secara diam-diam.

Bahkan, FT diduga meminta murid laki-laki melepas seluruh pakaian, hanya mengenakan singlet dan celana dalam. Pun murid perempuan diminta membuka pakaian.

Penggeledahan baru dilakukan terhadap enam murid sebelum akhirnya diketahui oleh wali murid.

Wali murid dobrak kelas

Seorang wali murid mengatakan, kecurigaan muncul lantaran anak-anak belum pulang sampai siang hari.

“Beberapa wali murid pun datang ke sekolah untuk mengecek keberadaan anaknya,” ceritanya.

Informasi awal diperoleh dari siswa kelas VI yang melihat kejadian tersebut. Dan karena pintu kelas V terkunci, akhirnya para wali murid mendobrak pintu.

“Karena posisi pintu kelas ditutup, akhirnya ibu-ibu mendobrak dan melihat kondisi anak-anaknya,” lanjutnya.

Gegara mengalami trauma atas kejadian tersebut, anaknya enggan berangkat sekolah keesokan harinya.

“Besoknya, dari puluhan siswa itu, hanya enam anak yang berangkat. Itu pun karena ditelpon guru. Yang lain tidak mau,” ujarnya.

Desakan sang guru dikeluarkan

Para wali murid pun sempat menyusun petisi untuk disampaikan ke Dinas Pendidikan Jember agar FT diberhentikan mengajar di sekolah tersebut.

Tapi, sebelum petisi dikirim, pihak dinas pendidikan sudah datang ke sekolah untuk melakukan mediasi.

“Kami diminta tanda tangan perjanjian agar tidak bicara ke wartawan selama kasus ini ditangani,” ungkap wali murid tersebut.

Sayangnya, Plt. Kepala SDN Jelbuk 02, Arif Rahman, menolak memberikan keterangan.

Ia hanya mengatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani Dinas Pendidikan Jember.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


467 views